Disdik Pidie Evaluasi Belajar Tatap Muka
Dinas Pendidikan (Disdik) Pidie mengevaluasi belajar tatap muka yang sudah dibuka kembali sejak Senin (19/10/2020)
SIGLI - Dinas Pendidikan (Disdik) Pidie mengevaluasi belajar tatap muka yang sudah dibuka kembali sejak Senin (19/10/2020). Evaluasi dilakukan selama 14 hari sekali dengan mencermati perkembangan kasus Covid-19 di Pidie.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Pidie, Ridwandi kepada Serambi, Selasa (20/10/2020) mengatakan, Disdik membuka kembali belajar tatap muka setelah dikaji secara mendalam, karena belajar daring dan luring tidak efektif. Seperti belajar luring di Kecamatan Tangse, Mane, Geumpang dan Muara Tiga (Laweung) susah terkejar guru karena letak rumah berjauhan.
Kecuali itu, sebut Ridwandi, adanya dorongan orang tua wali yang menginginkan belajar tatap muka harus digelarkan kembali. Namun, jelasnya, jika ada orang tua yang keberatan belajar tatap muka, maka sistem belajar akan dilaksanakan daring dan luring.
Saat ini, belum ada laporan diterima disdik terhadap orang tua yang keberatan belajar daring dan luring. "Murid dan pelajar sudah rindu suasana tatap muka di sekolah. Murid sudah jenuh dengan sistem belajar daring dan luring. Sehingga mereka ingin belajar tatap muka di sekolah," ujarnya.
Dijelaskan, meski belajar tatap muka telah dilaksanakan kembali, tapi Disdik Pidie tetap mengevaluasi selama 14 hari sekali. Evaluasi tersebut dengan menanyakan perkembangan kasus Covid-19 di Pidie. Disdik akan berkoordinasi dengan Tim Gugus Tugas Covid-19 Pidie. "Saat ini kasus Covid-19 meningkat, tapi kita tetap menerapkan protokol kesehatan dan minta guru mengawasi murid supaya tidak berkerumun," ujarnya.
Dikatakan, Disdik telah menggelar rapat dengan 300 kepala sekolah di Pidie, agar menjalankan protokol kesehatan pada belajar tatap muka. Adalah mulai dari pemeriksaan suhu tubuh, memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga kebersihan. Jika ada sekolah yang tidak menjalankan protokol kesehatan, maka akan tetap diberikan sanksi.
" Makanya dari awal kita sudah menekankan kepada kepala sekolah jika tidak mampu menyediakan perlengkapan untuk kebutuhan protokol kesehatan, maka jangan melaksanakan belajar tatap muka," tegasnya.
Di sisi lain, Plt Kepala Dinas Pendidikan Pidie, Ridwandi menjelaskan, Disdik sudah tiga kali memperpanjang belajar daring dan luring. Bahkan, lamanya belajar daring dan luring sudah dijalani murid dan pelajar selama satu bulan setengah.
" Belajar luring yang kita terapkan di kawasan yang tidak ada koneksi internet tidak maksimal. Tapi, guru tetap melakukannya mengingat belajar tidak bisa dilakukan melalui tatap muka di sekolah," jelasnya.
Ia menyebutkan, selama belajar daring dan luring banyak kendala dirasakan guru di lapangan. Sebab, letak rumah warga yang jauh sehingga sulit dijangkau para guru saat belajar luring. Seperti di Kecamatan Geumpang, Mane dan Tangse. Sehingga sistem belajar di daratan tinggi itu tetap menerapkan belajar tatap muka.
" Kita sudah menggelar pertemuan dengan kepala sekolah di Tangse, Mane dan Geumpang, di mana mereka menemukan banyak kendala belajar daring dan luring. Sehingga selama ini mereka tetap melaksanakan belajar tatap muka, meski di kabupaten belajar daring," jelasnya. (naz)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/disdik-pidie-melaksanakan-belajar-tatap-muka-terhadap-murid-sd-dan-smp-di-pidie.jpg)