Sabtu, 11 April 2026

Kartina Dahari, Bantu Orang Tua Panen Kopi  

KARTINA Dahari (21), resmi menyandang Puteri Kebudayaan Nusantara Aceh 2020. Ia berhasil menyisihkan delapan orang lainnya dalam penjaringan

Editor: bakri
IST
KARTINA Dahari 

KARTINA Dahari (21), resmi menyandang Puteri Kebudayaan Nusantara Aceh 2020. Ia berhasil menyisihkan delapan orang lainnya dalam penjaringan yang dilakukan oleh tim penjaring tingkat nasional beberapa waktu lalu.

Gadis asal Kabupaten Bener Meriah ini selanjutnya akan bersaing di tingkat nasional yang akan dilaksanakan berlangsung di Medan, Sumatera Utara, pada Januari 2021 mendatang.

Meski menyandang gelar ‘putri’, jangan berpikir bahwa Kartina hidup manja. Mahasiswi Ilmu Hukum Universitas Malikussaleh ini ternyata lahir dari keluarga petani. Ayah dan ibunya, Hasim dan Jasmani merupakan petani kopi di Desa Delung Tue, Kecamatan Bukit, Bener Meriah.

Karena itu, kopi merupakan dunia yang akrab bagi Kartina. Ia bahkan selalu ikut membantu orang tuanya memanen kopi di kebun. “Apa lagi saat ini lagi panen raya," katanya kepada Serambi, Selasa (20/10/2020).

Gadis kelahiran 15 April 1999 ini mengaku jarang beraktivitas di luar rumah. Selain membantu ayah ibunya di kebun, hari-harinya juga diisi dengan membantu pekerjaan rumah seperti memasak dan lain sebagainya. "Karena saya anak perempuan satu-satunya," tambah Kartina.

Terkait aktivitas di luar rumah ini, Kartina memang mengaku membatasi diri, apalagi di tengah situasi pandemi Covid-19. Biasanya, Kartina baru keluar rumah jika ada diskusi bersama teman-teman dan senior untuk menambah wawasan dan ilmu.

Tentu tetap dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat, seperti menjaga jarak, cuci tangan sesering mungkin, dan menggunakan masker. Kartina mengaku khawatir melihat jumlah warga yang terinfeksi semakin hari semakin meningkat. "Jadi saya harapkan kepada masyarakat, mari kita patuhi protokol kesehatan supaya kita semua bisa memutus rantai penyebaran Covid-19," ajaknya.

Selain Kartina, sebelumnya pihak penyelenggara juga telah menetapkan Andika (17) asal Kota Lhokseumawe sebagai Putera Kebudayaan Nusantara Aceh 2020.

Rahmad selaku pihak yang ditunjuk untuk menggelar pemilihan Putera dan Puteri Kebudayaan Nusantara 2020 tingkat nasional, menjelaskan, audisi ada yang dilakukan panitia tingkat lokal dan ada yang tingkat nasional.

Untuk audisi tingkat lokal (provinsi), di antaranya di Kepulauan Riau, Riau, Sumatera Barat, Sumatera Utara, Papua, Papua Barat, dan Jawa Timur. “Bagi yang terpilih, secara otomatis menjadi utusan provinsi tersebut. Selanjutnya data mereka dikirim ke kami selaku panitia tingkat nasional," ujar Rahmad.

Sedangkan untuk provinsi yang tidak menggelar audisi tingkat daerah, maka penjaringan dilakukan panitia tingkat nasional. "Termasuk Aceh, penjaringan dilakukan panitia tingkat nasional," kata Rahmad.

Tahapan penjaringan yang dilakukan diawali dengan pembukaan pendaftaran gelombang pertama pada 1-15 September 2020. Rahmad menyebut, jumlah yang mendaftar untuk putra sebanyak 6 orang. Mereka kemudian mengikuti audisi secara online.

"Dari hasil audisi sekitar tiga pekan lalu, Andika yang memenuhi kriteria. Sehingga dia pun ditetapkan sebagai perwakilan Aceh," kata Rahmad.

Sedangkan untuk putri, lanjutnya, hasil audisi pada pendaftaran gelombang pertama tidak memenuhi kriteria, sehingga dibuka pendaftaran gelombang kedua pada 16 September-7 Oktober 2020. Jumlah putri yang mendaftar sebanyak sembilan orang.

"Dua hari lalu, kita lakukan audisi secara online, sehingga terpilih Kartina sebagai Puteri Kebudayaan Nusantara Aceh tahum 2020. Secara otomatis, Kartina berhak mewakili Aceh keajang nasional," ujar Rahmad.(saiful bahri)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved