Pemerintah Bangun 381 Rumah di Pidie
Pemerintah Aceh tahun 2020 membangun 381 rumah tipe-36 di 23 kecamatan di Pidie. Rumah tersebut dibantu untuk warga fakir miskin
SIGLI - Pemerintah Aceh tahun 2020 membangun 381 rumah tipe-36 di 23 kecamatan di Pidie. Rumah tersebut dibantu untuk warga fakir miskin, disabilitas, dan anak yatim piatu. Tahun 2021, pemerintah akan menargetkan 4.300 rumah dibangun di Aceh yang sebagian dijatahkan untuk Pidie.
Kadis Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (Perkim) Aceh, Ir T Mirzuan MT kepada Serambi, Rabu (21/10/2020), mengatakan, bantuan rumah layak huni ini merupakan program Pemerintah Aceh yang targetnya hingga 2022 sekitar 30 ribu unit rumah di seluruh Provinsi Aceh. Rumah tipe 36 dengan besaran anggaran dialokasikan Rp 85 juta per rumah.
"Rumah permanen itu memiliki dua kamar, satu kamar mandi, dan satu ruang dapur yang agak kecil. Tapi rumah itu layak huni," jelas T Mirzuan yang ditemui Serambi di Masjid Agung Al-Falah Kota Sigli.
Ia menyebutkan, rumah tersebut dibantu untuk fakir miskin, disabilitas, dan anak yatim piatu. Program membangun rumah layak huni itu sangat efektif untuk mengurangi kemiskinan di Aceh. Sehingga dengan adanya rumah layak huni ditempati warga miskin, masyarakat tidak perlu lagi memikirkan tempat tinggal.
Untuk itulah, lanjut T Mirzuan, warga yang belum memiliki rumah dipersilahkan mengajukan proposal ke Pemerintah Aceh. Proposal tersebut nantinya akan diverifikasi Dinas Perkim Aceh dengan turun langsung ke lapangan.
"Syarat penerima rumah harus fakir miskin, disabilitas dan anak yatim piatu. Warga juga harus memiliki tanah sendiri," tegas Mirzuan didampingi Kepala Biro Humas dan Protokol Sekda Aceh, Muhammad Iswanto.
Dikatakan, bantuan rumah layak huni itu sudah dibangun tahun 2019 4.007 unit, 2020 4.042 unit, dan 2021 ditargetkan dibangun 4.300 unit. Untuk Pidie, jelasnya, sudah selesai dibangun tahun 2020 sebanyak 281 unit.
Rabu kemarin, secara simbolis telah diserahkan di Kecamatan Padang Tiji. Saat ini, rumah bantuan Pemerintah Aceh semuanya hampir rampung dikerjakan di Pidie. "Tahun 2021, Pidie juga akan mendapatkan rumah bantuan layak huni dari Pemerintah Aceh. Warga segera mengajukan proposal," pungkasnya.
Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Aceh, Muhammad Iswanto menyebutkan, pembangunan rumah layak huni merupakan salah satu program prioritas pemerintah Aceh dengan tujuan menyejahterakan masyarakat dan pengentasan kemiskinan. "Program Aceh Seuniya untuk memberikan tempat layak bagi masyarakat kurang mampu," kata Iswanto.
Sebagaimana diketahui, Pemerintah Aceh lewat program Aceh Seuniya menerima data masyarakat yang menjadi penerima bantuan rumah layak huni. Setelah diverifikasi, bagi penerima akan dibangun satu unit rumah layak huni dengan tipe 3x6. Kemarin, Pemerintah Aceh melalui Perkim Aceh menyerahkan bantuan rumah layak huni di Pidie, Pidie Jaya, hingga Bireuen.
Rabu (21/10/2020), menyerahkan bantuan rumah layak huni di Pidie, Pidie Jaya, hingga Bireuen.
Penerima manfaat rumah layak huni ini mengaku senang dan berterima kasih kepada Pemerintah Aceh atas pemberian rumah layak huni ini. Karena, puluhan tahun tinggal di rumah tak layak huni, para keluarga kalangan kurang mampu ini akhirnya bisa merasakan tinggal di rumah yang layak.
Adalah Fatimah (52), warga Gampong Keupula, Kecamatan Padang Tiji, Pidie. Ia adalah salah satu dari empat ribu lebih masyarakat Aceh yang tahun ini berhak mendapatkan rumah layak huni. Janda yang sehari-hari berjualan sayur mayur di Peunayong, Banda Aceh itu mengucap syukur tiada henti. "Terima kasih pak gubernur. Alhamdulillah saya mendapatkan bantuan rumah," kata dia dengan mata sembab menahan haru.
Fatimah ditinggal suaminya yang meninggal dunia pada tahun 2012 lalu. Rumahnya semula adalah rumah yang bersekat dinding rumbia. Tiga anaknya sudah menikah, di rumah itulah mereka tinggal bersama sampai kemudian dua anaknya ikut suami ke Banda Aceh dan Aceh Besar.
Maya, anak Fatimah mengucap syukur atas perhatian pemerintah. Kata dia, rumah itu adalah impian keluarga kecil mereka. "Alhamdulillah sudah mendapatkan rumah yang ada kamar mandi," kata Maya. Tidak tersedianya kakus di rumah asal membuat mereka sekeluarga harus membuang hajat di kebun kosong. (naz/dan)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/kadis-perkim-aceh-t-mirzuan-menyerahkan-simbolis-rumah-bantuan-pemerintah-aceh.jpg)