Senin, 13 April 2026

Berita Abdya

Petani di Abdya Gunakan Bahan Ramah Lingkungan untuk Pengendalian Hama

Pengendalian hama dengan bahan Beuvaria Brassiana ini lebih baik daripada menggunakan pestisida.

Penulis: Zainun Yusuf | Editor: Taufik Hidayat
Serambinews.com
Petani anggota Kelompok Bahagia, Desa Kuta Bahagia, Blangpidie, Abdya, melakukan demonstrasi Pengendalian OPT (Organisme Pengganggu Tanaman) Ramah Lingkungan di areal sawah Cot Seutui, Kamis (22/10/2020). 

Laporan Zainun Yusuf | Aceh Barat Daya

SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Puluhan petani anggota Kelompok Bahagia, Desa Kuta Bahagia, Kecamatan Blangpidie, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), melakukan Pengendalian OPT (Organisme Pengganggu Tanaman) Ramah Lingkungan, Kamis (22/10/2020).

Bahan pengendalian hama padi yang digunakan adalah Beuvaria Brassiana, yaitu bahan antagonis dari alam (nabati) atau nonpestisida sehingga sangat ramah lingkungan. Pengendalian hama dengan cara ini sangat lebih baik dari menggunakan pestisida.

Pengendalian OPT dengan melakukan demontrasi penyemprotan bahan beuvaria brassiana di areal tanaman padi sawah (blang) Cot Seutui, kawasan Desa Kuta Bahagia, berbatasan dengan areal sawah Cot Seutui Desa Keude Siblah, Blangpidie.

Demontrasi penyemprotan bahan alami di areal tanaman padi Musim Tanam (MT) Gadu 2020 yang dikembangkan melalui Program Indek Pertanaman (IP300), melibatkan sekitar 30 anggota kelompok tani tersebut.

Kegiatan ini dihadiri Kasi Tanaman Pangan  dan Hortuikultura pada UPTD BPTPH Provinsi Aceh, Ir Zainal Arifin MSc, Kepala Laboratorium Pengamatan Hama Penyakit (PHP) Puloe Ie Nagan Raya, Zulfikar SP, Koordinator PHP Abdya, Ewinda SP bersama sejumlah anggota serta Jasmadi dari Dinas Pertanian dan Pangan Abdya.      

Usai demontrasi penyemprotan beuvari brassiana di areal tanaman padi yang berumur sekitar satu bulan itu, anggota Kelompok Tani Bahagia, diberikan pengetahuan tentang cara memperbanyak bahan beuvaria brassiana, tata cara pengendalian hama yang baik dan benar.

Kepala Laboratorium PHP Puloe Ie Nagan Raya, Zulfikar SP pada kesempatan itu menjelaskan, penyemprotan bahan beuvaria brassiana agar dilakukan pagi hari, tidak lewat pukul 10.00 WIB dan lebih bagus pada sore hari. Soalnya, bahan pengendalian hama dari nabati (jamur) ini tidak tahan panas. 

Pengendalian dengan cara penyemprotan agar dilakukan secara rutin, tiga hari sekali. Pengendalian hama padi dengan menggunakan dari bahan dari alam yang ramah lingkungan itu, menurut Zulfikar, bisa dimulai sejak bibit masih dalam persemaian.

Pemakaian bahan pengendalian menggunakan bahan beuvaria brassiana dianjurkan dengan takaran 100 mililiter dicampur dengan  5 liter air, kemudian disemprot secara rutin terhadap tanaman padi.

Bahan pengendalian dari alam tersebut mampu mengendalikan hama tanaman padi. Seperti wereng batang coklat, penggerek batang, kepinding tanah, walag sangit, hama putih, ulat penggulung daun.

Baik juga digunakan untuk pengendalian hama tanaman cabai, seperti kutu daun, kutu kebul, belalang dan ulat tanah.(*)

Baca juga: Cek Program Ketahanan Pangan, Polisi Beri Motivasi ke Peternak Kambing di Aceh Utara

Baca juga: Pasang CCTV untuk Memantau Rumah di Malam Hari, Pria Ini Justru Memergoki Kelakuan Sang Istri

Baca juga: VIDEO - Viral Baru Tahu Permainan Anak Usia 28 Tahun, Postingannya Buat Warganet Ingat Masa Kecil

Baca juga: Viral Kekasih Hilang Sebulan Setelah Kirim Pesan Berak, Lelah Ditunggu Ternyata Maksudnya Break

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved