Berita Banda Aceh
60 Guru PAUD di Aceh Ditingkatkan Kompetensinya Lewat Pelatihan Berjenjang: Langsung Kami Terapkan
Salah satu materi utama yang diberikan adalah etika dan karakter guru PAUD yang disampaikan oleh Dr Wahyu Khafidah.
Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Muhammad Hadi
60 Guru PAUD di Aceh Ditingkatkan Kompetensinya Lewat Pelatihan Berjenjang: Langsung Kami Terapkan
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Sebanyak 60 guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Aceh mengikuti pelatihan berjenjang tingkat dasar sebagai upaya peningkatan kompetensi pendidik.
Kegiatan yang berlangsung selama lima hari ini ditutup dalam suasana khidmat di Aula Smart Room Universitas Serambi Mekkah, Banda Aceh, Minggu (12/4/2026).
Kegiatan ini diikuti oleh sejumlah peserta dari Banda Aceh, Aceh Besar, dan Pidie.
Pelatihan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUD) Aceh dan Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Fakultas Agama Islam Universitas Serambi Mekkah.
Sinergi ini dinilai sebagai langkah strategis dalam memperkuat fondasi pendidikan sejak usia dini melalui peningkatan kualitas tenaga pendidik.
Salah satu materi utama yang diberikan adalah etika dan karakter guru PAUD yang disampaikan oleh Dr Wahyu Khafidah.
Ia menekankan pentingnya peran guru sebagai teladan dalam membentuk kepribadian anak, yang harus berakar pada nilai kasih sayang, kesabaran, kejujuran, dan keteladanan.
“Guru PAUD bukan hanya pengajar, tetapi juga teladan. Setiap sikap, tutur kata, dan tindakan guru akan menjadi cerminan bagi anak-anak,” ujarnya.
Selain itu, kata Dr Wahyu, guru juga dituntut kreatif, adaptif, serta memiliki tanggung jawab dan kedisiplinan tinggi dalam menjalankan tugas.
Dari sisi etika profesi, guru PAUD memiliki tanggung jawab besar dalam membimbing anak menjadi pribadi berkarakter Pancasila.
Etika profesional mencakup kejujuran dalam pelaksanaan kurikulum, menjaga kerahasiaan informasi anak, membangun hubungan harmonis dengan orang tua, serta bersikap adil tanpa diskriminasi.
Implementasi etika tersebut terlihat dalam praktik sehari-hari, seperti menyambut anak dengan ramah di depan kelas, menggunakan bahasa yang santun, tidak membandingkan kemampuan anak, serta disiplin dalam menjalankan tugas.
Ketua HIMPAUDI Aceh, Yulia Sary, menyampaikan bahwa pelatihan ini memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kompetensi guru, baik dari aspek pedagogik, sosial, kepribadian, maupun profesional.
“Diklat ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi fondasi penting bagi guru dalam menciptakan pembelajaran yang bermakna dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal,” ujarnya.
| Pascabencana Hidrometeorologi, Bank Aceh Cetak Performa Positif pada Triwulan Pertama 2026 |
|
|---|
| Tuanku Muhammad Dukung Pembangunan TPST Regional Aceh di Blang Bintang |
|
|---|
| Taruna Poltekpel Malahayati Ikut Safari Subuh BBC di Masjid Baitussalihin |
|
|---|
| Buka Qura’nic Parenting TAUD-SD SAQU Khalifah Almunawwarah, Ini Pesan Wali Kota Banda Aceh |
|
|---|
| Ekspor Perdana, PT PEMA Kirim 19 Ton Kopi Gayo ke Amerika Serikat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/60-guru-Pendidikan-Anak-Usia-Dini-PAUD-di-Aceh-mengikuti-pelatihan-berjenjang.jpg)