Rabu, 22 April 2026

Luar Negeri

18 Orang Tewas akibat Bom Bunuh Diri Guncang Afghanistan, Puluhan Orang Terluka

Bom bunuh diri meledak di sebuah pusat pendidikan di ibu kota Afghanistan, Kabul, Sabtu (24/10/2020).

Editor: Faisal Zamzami
Shutterstock
Ilustrasi bom bunuh diri (Shutterstock) 

SERAMBINEWS.COM, KABUL - Bom bunuh diri meledak di sebuah pusat pendidikan di ibu kota Afghanistan, Kabul, Sabtu (24/10/2020).

Ledakan tersebut menewaskan sedikitnya 18 orang, termasuk pelajar remaja, dan melukai puluhan orang lain sebagaimana dilansir dari ABC News.

Ledakan bom bunuh diri tersebut terjadi di tengah pembicaraan damai yang masih berlangsung antara Taliban dengan Pemerintah Afghanistan di Doha, Qatar.

Juru Bicara Kementerian Dalam Negeri Afghanistan, Tariq Arian, mengatakan penjaga keamanan telah mengidentifikasi seorang pembom yang meledakkan bom bunuh diri tersebut.

 Menurut Kementerian Kesehatan Afghanistan, sebagian besar korban adalah pelajar berusia 15 hingga 26 tahun.

Sementara itu, Kementerian Dalam Negeri Afghanistan melaporkan sebanyak 57 orang terluka akibat bom tersebut.

Seorang juru bicara Taliban di Twitter membantah bertanggung jawab atas insiden berdarah tersebut.

Di sisi lain, ISIS mengaku bertanggung jawab atas bom bunuh diri itu dalam sebuah pernyataan di Telegram namun tanpa memberikan bukti.

Baca juga: Serangan Udara di Afghanistan Tewaskan 11 Anak-anak yang Mengaji di Masjid dan Seorang Imam

Baca juga: VIDEO - Setelah Kebakaran di Kamp Moria, Migran Afghanistan Menderita, Tak Ada Toilet & Kamar Mandi

Sementara itu, kelompok Al Qaeda diyakini juga masih tetap aktif di 12 profinsi di Afghanistan menurut Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB).

Dewan Keamanan PBB juga meyakini pemimpin kelompok Al Qaeda, Aiman Al-Zawahiri, juga berbasis di negara tersebut.

Anggota keluarga korban berkumpul di rumah sakit terdekat, mencari orang-orang terkasih yang hilang akibat bom bunuh diri tersebut.

Para petugas di luar rumah sakit memboyong pasien yang terluka dengan tandu untuk diberikan perawatan.

Baik NATO dan Pemerintah Afghanistan mengutuk bom bunuh diri yang terjadi di Kabul barat tersebut, tempat tinggal bagi banyak komunitas Syiah di Afghanistan.

Syiah telah lama dan berulang kali menjadi sasaran kelompok-kelompok teror seperti ISIS.

Bom bunuh diri juga pernah terjadi di daerah yang sama dan menargetkan pusat pendidikan pada 2018.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved