Jumat, 10 April 2026

Internasional

Arab Saudi Rencanakan Tahap Empat Umrah Normal, Jika Risiko Covid-19 Berakhir

Kerajaan Arab Saudi telah melaksanakan beberapa tahap ibadah Umrah secara terbatas dan sampai normal kembali.

Editor: M Nur Pakar
Foto: Saudi Press Agency
Pelaksanaan tawaf secara terbatas bagi jamaah umrah di Masjidil Haram, Arab Saudi pada September 2020 

SERAMBINEWS.COM, JEDDAH - Kerajaan Arab Saudi telah melaksanakan beberapa tahap ibadah Umrah secara terbatas dan sampai normal kembali.

Hal itu mengacu pada perkembangan virus Corona dunia, khususnya di Arab Saudi yang terus menunjukkan tren penurunan, baik kasus baru maupun angka kematian.

Melihat hal itu, Arab Saudi akan kembali membuka secara normal ibadah Umrah bagi seluruh umat Islam di seluruh dunia.

Direncanakan, pada tahap empat ibadah umrah akan dilaksanakan secara normal.

Tetapi, dengan syarat risiko penyebaran virus Corona baru, Covid-19 telah berakhir.

Saat ini, Arab Saudi memulai tahap ketiga Umrah,

Kementerian Haji dan Umrah sejauh ini telah mengeluarkan lebih dari 650.000 izin Umrah elektronik sampai 23 Oktober 2020, menurut seorang pejabat kementerian.

Ini terjadi sebagai bagian dari dimulainya kembali Umrah secara bertahap memasuki fase ketiga, di mana 20.000 jamaah setiap hari dapat melakukan Umrah, sesuai protokol kesehatan.

Baca juga: Arab Saudi Buka Penerbangan Internasional Mulai November 2020

Dr Amr Al-Maddah, Wakil Menteri di Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi mengatakan dalam wawancara Skype dengan saluran TV Al-Ekhbariya pada Jumat (23/10/2020) aplikasi Eatmarna telah melihat lebih dari 2,5 juta kali diinstal dan 1,2 juta pendaftaran.

Al-Maddah mengatakan, berapa kali jamaah bisa mengajukan izin baru untuk menunaikan ibadah umrah terutama tergantung pada ketersediaan nomor yang diizinkan masuk Masjidil Haram.

“Sesuai dengan rencana dimulainya kembali Umrah secara bertahap, tujuan utama dari aplikasi ini adalah untuk mengatur jumlah jamaah yang tersedia di Masjidil Haram," katanya.

"Jadi, jamaah tidak bisa mendaftar atau memesan umrah lagi sampai dia selesai dengan yang sebelumnya, dan itu karena permintaan izin umrah yang tinggi saat ini, ”katanya.

Dia mengatakan jamaah yang telah diberi izin umrah tetapi kemudian menemukan bahwa mereka memiliki gejala COVID-19 atau bersentuhan dengan orang yang terinfeksi dapat membatalkan pendaftaran.

Sejauh ini, lebih dari 165.000 jamaah telah melakukan umrah mereka dan lebih dari 200.000 orang telah shalat di Masjidil Haram.

Angka-angka ini tidak mungkin terlaksana di Masjidil Haram jika kasus virus Corona tidak turun ke tingkat yang wajar.

Baca juga: Ikon Pariwasata Arab Saudi, Basmah Al-Mayman, Pariwisata Saudi dan Saya Sama-sama Memulai Bersama

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved