Berita Lhokseumawe
Danrem 011/Lilawangsa: Permintaan Ekspor Udang Windu ke Jepang dan Amerika Meningkat
Di tahun 2019 ekspor udang secara nasional mencapai 39 persen dari ekpor perikanan. Lalu di tahun 2020 saat masa pandemi Covid-19 terjadi...
Penulis: Zaki Mubarak | Editor: Jalimin
Laporan Zaki Mubarak | Lhokseumawe
SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE - Dalam tahun 2019, ekspor udang secara nasional mencapai 39 persen dari ekpor perikanan. Lalu di tahun 2020 ini, saat masa pandemi Covid-19 terjadi peningkatan permintaan dari luar negeri. Hal itu menjadi peluang bagi masyarakat dalam memanfaatkan kesempatan tersebut.
Hal itu disampaikan Komandan Korem (Danrem) 011/Lilawangsa, Kolonel Inf Sumirating Baskoro saat panen udang Windu di Desa Naleung Blang Mameh, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe, Selasa (27/10/2020).
Dimana rombongan melakukan panen perdana udang jenis Windu dengan luas tambak sebesar 3000 meter persegi yang sebelumnya ditaburi sebanyak 50.000 benih udang.
Danrem mengatakan, ini merupakan peluang bagi seluruh masyarakat termasuk prajurit TNI untuk meningkatkan perekonomiannya dan juga dapat membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat.
Apa lagi permintaan udang ke luar negeri di tengah Pandemi Coronavirus Disease (Covid-19) meningkat pesat. Hal ini menjadi peluang untuk masyarakat dan prajurit TNI di saat memasuki musim panen tiba.
Baca juga: Zulkifli Muchlis Sorot Dua Wakil Ketua DPRA karena tak Hadir Rapat Paripurna
Baca juga: Brimob Polda Aceh Kembali Kerahkan Water Cannon Semprot Desinfektan di Nagan Raya
Baca juga: Presiden Turki Tuntut Politisi Belanda Anti-Islam, Geert Wilders, Menggambarkannya Sebagai Teroris
“Hari ini kita memanen udang windu, jumlah bibit yang kita tabur sebelumnya 50.000 ekor benih udang jenis windu, dan setelah panen In syaa Allah bisa mencapai 1,2 ton,” kata Komandan Korem 011/Lilawangsa, Kolonel Inf Sumirating Baskoro, kepada Serambinews.com, Selasa (27/10/2020).
Lanjut Danrem, ada dua negara yang permintaan udang meningkat pesat di tengah pandemi Covid-19, yakni, Tiongkok, Jepang dan Amerika. Jika dilihat dari tahun 2019, ekspor udang secara nasional mencapai 39 persen dari ekspor perikanan.
Dijelaskannya, menurut data sekitar 70 persen udang windu diekspor ke Jepang. Sementara 30 persen terbagi ke Eropa, Amerika, Korea dan lainnya. Saat ini ekspor udang windu ke Jepang direbut oleh udang Vaname.
“Saat ini Tiongkok masih menutup pintu masuknya. Akhirnya negara yang awalnya mengekspor udang Vaname ke Tiongkok beralih ke Jepang. Padahal Jepang tujuan ekspor udang windu kita, sehingga terjadi persaingan harga,” jelasnya.
Ia menjelaskan, luas lahan ini sekitar 3000 meter persegi, dan bisa merekrut tenaga kerja dari masyarakat lingkungan, dengan produktifitas ini bisa menghasilkan sesuatu yang memberikan keuntungan.
Meskipun ditengah pandemi COVID-19, Danrem 011/Lilawangsa mengharapkan agar kondisi saat ini tidak menjadi penghalang bagi prajurit TNI untuk tetap produktif, sehingga dapat menghasilkan keuntungan baik untuk dirinya maupun orang lain.
"Saya mengharapkan kepada prajurit TNI agar dapat memanfaatkan sela-sela waktu kosong untuk lebih produktif. Semoga kedepannya apa yang kita laksanakan ini dapat bermanfaat bagi masyarakat sekitar,"katanya.
Selain panen perdana udang jenis Windu, Danrem 011/Lilawangsa beserta jajarannya juga melakukan panen ikan Lele hasil budidaya yang dilakukan prajurit TNI di keramba milik warga di Desa Ulee Jalan Kecamatan Banda Sakti Kota Lhokseumawe.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/danrem-011lilawangsa-kolonel-inf-sumirating-baskoro.jpg)