Senin, 8 Juni 2026

Gampong Sangat Tertinggal Tersisa 206 Lagi

Jumlah gampong di Aceh dengan status sangat tertinggal dalam beberapa tahun ini mengalami penurunan tajam, dampak dari Program Dana Desa

Tayang:
Editor: bakri
Serambinews.com
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Gampong (DPMG) Aceh, Azhari, menyampaikan paparannya dalam acara Rapat Koordinasi Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) se-Aceh, yang berlangsung di Hotel Grand Permatahati, Banda Aceh, Senin (26/10/2020). 

* Turun Tajam Sejak Penyaluran Dana Desa

BANDA ACEH - Jumlah gampong di Aceh dengan status sangat tertinggal dalam beberapa tahun ini mengalami penurunan tajam, dampak dari Program Dana Desa (DD) yang diluncurkan Pemerintah Pusat sejak 2015 silam. Hal itu diketahui berdasarkan Indeks Desa Membangun (IDM) yang diterbitkan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) belum lama ini.

"Berdasarkan IDM yang diterbitkan Kemendes PDTT, jumlah gampong sangat tertinggal pada tahun 2019 sebanyak 206 gampong," kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Gampong (DPMG) Aceh, Azhari.

Hal itu disampaikannya dalam acara Rapat Koordinasi Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) se-Aceh, yang berlangsung di Hotel Grand Permatahati, Banda Aceh, Senin (26/10/2020). Acara tersebut juga turut dihadiri Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Aceh, Syafriadi.

Azhari menyebutkan, berdasarkan IDM, tahun 2017 jumlah gampong sangat tertinggal sebanyak 561, turun menjadi 328 pada tahun 2018, dan turun lagi menjadi 206 pada tahun 2019. Sedangkan untuk desa tertinggal, dari 3.624 gampong turun menjadi 2.856, dan turun lagi menjadi 2.404.

"Ada tujuh kabupaten/kota yang tanpa gampong sangat tertinggal, yaitu Aceh Besar, Aceh Barat Daya, Aceh Tamiang, Banda Aceh, Sabang, Lhokseumawe, dan Langsa," sebut Azhari.

Selanjutnya gampong berkembang, dari 2.138 tahun 2017, naik menjadi 2.959 dan naik lagi menjadi 3.458 di tahun 2019. Peningkatan juga terjadi untuk gampong yang berstatus maju, dari 161 bertambah menjadi 336, dan 2019 sudah mencapai 397 gampong.

Sedangkan untuk gampong mandiri, dari 13 gampong tahun 2017, bertambah menjadi 18 gampong tahun 2018, dan 32 gampong di tahun 2019. Gampong mandiri ini tersebar di Aceh Selatan, Aceh Barat, Aceh Besar, Pidie, Aceh Singkil, Gayo Lues, Aceh Tamiang, Bener Meriah, Banda Aceh, dan Lhokseumawe.

"Semakin membaiknya IDM Aceh, menunjukkan bahwa penggunaan Dana Desa telah dimanfaatkan dengan baik di semua gampong dan telah menghasilkan capaian di berbagai bidang," jelas Kepala DPMG Aceh ini.

Karena itu, melalui rapat koordinasi ini, Azhari mengharapkan realisasi Dana Desa tahap III bisa dipercepat, termasuk juga BLT bulan April sampai dengan Desember 2020. "Sejauh ini realisasi penyaluran Dana Desa di Aceh sudah bergerak ke arah yang positif. Hingga 24 Oktober 2020, realisasi penyaluran sudah mencapai 82,4 persen dari total Rp 4,98 triliun," sebutnya.

"Kita optimis penyaluran hingga akhir tahun nanti bisa terealisasi 100 persen. Karena itu kita akan terus dorong agar realisasi penyaluran bisa terus dipercepat," imbuh Azhari.

Di samping itu, ia berharap perencanaan APBG 2021 juga bisa dipercepat sehingga APBG dapat ditetapkan paling lambat akhir Desember 2020, sehingga mulai Januari 2021 semua gampong dapat sudah mengajukan pencairan. Hal ini dia nilai penting, karena di samping untuk mempercepat pembangunan desa, juga untuk meminimalisir dampak ekonomi dari pandemi Covid-19.

Dalam acara Rapat Koordinasi Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) se-Aceh, yang berlangsung di Hotel Grand Permatahati, Banda Aceh, Senin (26/10/2020), juga dilakukan penyerahan piagam penghargaan kepada kabupaten/kota oleh Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Aceh.

Penghargaan dibagi dalam dua kategori. Masing-masing tiga kabupaten untuk kategori tercepat penyaluran Dana Desa (DD) dan tiga kabupaten untuk kategori tercepat penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) DD. Piagam diserahkan langsung oleh Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Aceh, Syafriadi, didampingi Kepala DPMG Aceh, Azhari.

Untuk kategori tercepat penyaluran DD 2020, piagam penghargaan diberikan kepada Kabupaten Aceh Besar, Aceh Tenggara, dan Bener Meriah. Sedangkan untuk kategori tercepat penyaluran BLT DD diberikan kepada Aceh Barat Daya, Banda Aceh, dan Pidie Jaya.

"Selamat kepada kabupaten/kota yang paling cepat menyalurkan Dana Desa dan BLT Dana Desa. Semoga kabupaten/kota lain bisa mengikuti dan bisa lebih cepat lagi melakukan penyaluran," kata Syafriadi.(yos)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved