Senin, 27 April 2026

Internasional

Uni Eropa Mulai Kewalahan, Kasus Virus Corona Hampir Tidak Bisa Dikendalikan Lagi

Sejumlah negara Uni Eropa kembali kewalahan dalam membendung penyebaran virus Corona baru, Covid-19.

Editor: M Nur Pakar
Reuters
Dokter merawat pasien yang menderita penyakit virus Corona di Intensive Care Unit (ICU) Rumah Sakit Robert Ballanger di Aulnay-sous-Bois dekat Paris, Prancis, Senin (26/10/2020). 

SERAMBINEWS.COM, PARIS - Sejumlah negara Uni Eropa kembali kewalahan dalam membendung penyebaran virus Corona baru, Covid-19.

Bahkan, Dewan Ilmiah Prancis, Senin (26/10/2020) memperingatkan negaranya mulai kehilangan kendali atas pandemi Covid-19.

Sehari setelah otoritas kesehatan Prancis melaporkan lebih dari 52.000 kasus virus Corona baru, seperti dilansir AFP.

Negara-negara di seluruh Eropa juga kembali memberlakukan lebih banyak pembatasan untuk mencoba memperlambat tingkat infeksi yang melonjak.

Spanyol , negara Eropa pertama yang melampaui 1 juta kasus COVID-19 yang dikonfirmasi mengumumkan keadaan darurat pada Minggu (25/10/2020).

Mencakup jam malam nasional, pembatasan enam orang pada pertemuan sosial dan kemungkinan larangan perjalanan masuk dan keluar dari wilayah yang terkena dampak paling parah. .

Efeknya terlihat jelas di kawasan pejalan kaki Las Ramblas yang terkenal di Barcelona yang sepi pada Minggu (25/10/2020) malam ketika biasanya penuh dengan orang.

Baca juga: Setiap Empat Menit, Satu Warga Iran Meninggal Akibat Virus Corona

Di dua kota besar Italia, orang turun ke jalan di tengah desakan dari sebagian kecil masyarakat ke pembatasan baru.

Pada Jumat (23/10/2020), para demonstran di Napoli memprotes jam malam yang diberlakukan secara lokal dari pukul 11 malam hingga 5 pagi dan terjadi bentrokan dengan polisi.

Pada Sabtu (24/10/2020) malam, kelompok sayap kanan dan neo-fasis memimpin protes serupa di Roma menentang jam malam.

Protes lain direncanakan di Milan pada Selasa (27/10/2020).

Dr. Jean-François Delfraissy, Presiden Dewan Ilmiah yang menasihati pemerintah Prancis tentang virus tersebut, mengatakan negara itu berada dalam situasi yang sangat sulit, bahkan kritis.

"Mungkin ada lebih dari 50.000 kasus baru setiap hari dan perkiraan kami di Dewan Ilmiah mendekati 100.000 kasus, atau dua kali lebih banyak," kata Delfraissy kepada radio RTL.

"Antara mereka yang tidak dites dan pasien tanpa gejala, hampir mendekati jumlah kasus itu yang berarti virus menyebar dengan sangat cepat," katanya/

Prancis mengumumkan keadaan darurat awal bulan ini dan telah memberlakukan lebih banyak pembatasan sejak September 2020 untuk mencoba mengurangi tekanan pada rumah sakit.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved