Rabu, 29 April 2026

Warga Keluhkan Truk Batu Gajah

Warga Susoh mengeluhkan aktivitas pengangkutan batu gajah untuk pembangunan pengaman tebing Krueng Susoh

Editor: hasyim
SERAMBI/RAHMAT SAPUTRA
Truk pengangkut batu gajah untuk pembangunan tebing Krueng Susoh melintasi jalan nasional tanpa pangaman bak, Selasa (27/10/2020). 

* Beroperasi Tanpa Pengaman Bak

BLANGPIDIE - Warga Susoh mengeluhkan aktivitas pengangkutan batu gajah untuk pembangunan pengaman tebing Krueng Susoh, Desa Pulau Kayu, Kecamatan Susoh, Abdya. Pasalnya, truk pengangkut batu besar yang beroperasi itu tidak dilengkapi dengan tutup bak/rantai pengaman, sehingga sangat membahayakan pengendara lainnya di jalan.

Amatan Serambi, serpihan batu dan tanah dalam bak truk jatuh berceceran di jalanan karena tidak adanya penutup. Akibatnya, jalan nasional yang dilewati truk menjadi berdebu sehingga mengganggu pengendara lain. Bahkan ceceran tanah dapat berubah menjadi lumpur sebab diguyur hujan deras, menambah kesan jorok di jalanan Susoh. 

Seorang warga Susoh, Masri mengaku resah dengan aktivitas truk batu gajah tanpa pengaman itu. Kondisi itu dapat mengancam keselamatan pengguna jalan. "Material tanah yang jatuh dari truk batu gajah ini sangat membahayakan para pengguna jalan," ujar Masri, Selasa (22/10/2020).

Dia menyebutkan, saat musim hujan seperti sekarang ini, ceceran tanah membuat badan jalan licin dan berlumpur. Sementara saat terik matahari, tumpukan tanah menyebabkan debu beterbangan yang mengganggu pandangan serta pernapasan para pengguna jalan.

Untuk itu, ia berharap kepada rekanan pekerjaan pengaman tebing itu bisa menyiram tumpahan tanah dan batu-batu kecil tersebut. "Harusnya, pihak rekanan menyiram tumpuhan tanah ini, sehingga masyarakat tidak makan debu saban hari," katanya.

Hal senada disampaikan Ismail, warga Geulima Jaya, Kecamatan Susoh. Ia meminta dinas terkait bisa menegur pemilik truk batu gajah yang beraktivitas tidak sesuai SOP. "Jangan dibiarkan seperti ini, ini sangat berbahaya. Kalau batu gajah itu terjatuh bisa mencelakai penggendara di belakangnya," sebutnya.

Selain itu, ia juga meminta kepada pemilik proyek tersebut agar membuat rambu-rambu dan menempatkan petugas untuk mengatur keluar masuk truk. "Hal ini jangan dianggap remeh. Jangan tunggu korban jiwa baru dibikin rambu-rambu," pungkasnya.

 Segera Tegur Rekanan

Menanggapi persoalan tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten (BPBK) Aceh Barat Daya berjanji segera menegur pihak rekanan pembangunan pengaman tebing Krueng Susoh senilai Rp 7,94 miliar itu. Hal itu disampaikan Kepala Pelaksana (Kalak) BPBK Abdya, Amiruddin SPd, Selasa (27/10/2020).

"Kami akan tegur rekanan, mobil pengangkut batu gajah harus pakai tutup belakang," ujar Kalak BPBK Abdya, Amiruddin.

Menurut dia, sudah semestinya truk batu gajah memasang penutup bak atau rantai pengaman demi keselamatan pengendara di belakangnya. "Ini menjadi kewajiban. Teknisnya nanti akan kami koordinasikan dengan Dinas Perhubungan, sehingga persoalan seperti ini tidak terulang lagi," tegasnya.

Selain pengaman truk, Amir juga akan meminta pihak rekanan untuk melakukan penyiraman terhadap tanah dan serpihan batu yang berceceran di badan jalan nasional. "Aktivitas truk seperti ini harus selalu memperhatikan keselamatan dan kesehatan para pengendara jalan," tegasnya.(c50)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved