Rabu, 29 April 2026

Internasional

Melania Trump Lebih Berkuasa Dibandingkan Presiden AS Donald Trump

Ibu Negara AS Melania Trump telah menerima kritik tentang segala hal, mulai dari kata-katanya hingga pakaiannya. Terkadang, dia tampak kurang

Tayang:
Editor: M Nur Pakar
google.com
Donald Trump dan istrinya, Melania Trump. 

SERAMBINEWS.COM, WASHINGTON - Ibu Negara AS Melania Trump telah menerima kritik tentang segala hal, mulai dari kata-katanya hingga pakaiannya.

Terkadang, dia tampak kurang terpesona dengan kehidupan di Gedung Putih.

Tapi minggu depan, warga asli Slovenia berusia 50 tahun, ibu negara kelahiran asing pertama dalam dua abad mungkin akan memperpanjang masa tinggalnya di Sayap Timur selama empat tahun lagi.

Ivanka, istri ketiga dari Presiden AS Donald Trump adalah mantan model dengan tatapan memesona yang telah menjadi sumber dukungan diam-diam bagi pemimpin AS itu, sebagian besar di luar bingkai kamera.

Dalam sebuah buku yang dirilis tahun lalu, reporter CNN, Kate Bennett mengatakan bahwa ibu negara jauh lebih berkuasa dan berpengaruh dibandingkan suaminya dan tidak diketahui publik.

Pada 2018, Trump secara terbuka meminta penasihat senior presiden untuk dipecat.

Tapi dia sebagian besar tetap menjadi teka-teki, setidaknya dalam istilah politik.

Ketika dia dengan sengaja menempatkan dirinya dalam sorotan, kritik pun mengikuti.

Kampanye anti-penindasan "Jadilah yang Terbaik"

Baca juga: Donald Trump Masukkan Sumbangan 20 Dolar ke Gereja, Netizen Sebut Sang Presiden Pelit

Tanda tangannya sebagai ibu negara, kurang diterima dengan baik, dengan banyak yang menunjuk pada tweet suaminya yang kurang baik.

Dan pilihan busananya telah memicu banyak komentar dan spekulasi.

"Ibu negara menghadapi tantangan luar biasa dalam melakukan pekerjaan tanpa deskripsi pekerjaan dan menghadapi kritik publik yang hampir konstan," kata Kate Andersen Brower, penulis "First Women: The Grace & Power of America's Modern First Ladies", kepada AFP, Jumat (30/10/2020).

"Mereka tidak pernah bisa menyenangkan semua orang pada saat yang sama dan beberapa ibu negara, seperti Melania, berjuang lebih dari yang lain," katanya.

Terlahir sebagai Melanija Knavs pada April 1970 di Slovenia, kemudian bagian dari Yugoslavia, dari ibu industri mode dan ayah penjual mobil, dia belajar desain dan arsitektur sebelum berangkat ke Milan dan Paris untuk memulai karir modelingnya.

Itu membawanya ke Amerika Serikat pada tahun 1996, di mana dua tahun kemudian, bertemu Trump.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved