Sabtu, 11 April 2026

Mengaku Beli Jus, Dua Perempuan Rohingya Malah Kabur Bersama Pria Pengendara Vario

Satu per satu perempuan Rohingya kabur dari kamp penampungan Kompleks Balai Latihan Kerja (BLK) Lhokseumawe

Editor: bakri
For Serambinews.com
Screenshot CCTV yang merekam aksi pelaku sindikat perdagangan manusia yang diduga melarikan dua wanita migran Rohingya di halaman Masjid Syura Kandang Desa Meunasah Mee, Kamis (29/10/2020) siang. 

* Sindikat Perdagangan Manusia

Satu per satu perempuan Rohingya kabur dari kamp penampungan Kompleks Balai Latihan Kerja (BLK) Lhokseumawe. Total sudah mencapai 14 orang dan umumnya mereka yang kabur masih berusia muda. Kuat dugaan ini aksi dari jaringan sindikat perdagangan manusia.

DUA perempuan Rohingya kembali melarikan diri dari kamp penampungan Kompleks Balai Latihan Kerja (BLK) Gampong Meunasah Mee, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe. Keduanya masih berusia muda, masing-masing Umi Kumme Kumsum (18) dan Fatemah (20).

Informasi yang diperoleh Serambi dari Komandan Pos (Danpos) Ramil Muara Dua, Peltu Ilham Putra, kedua perempuan imigrant itu kabur sekitar pukul 14.25 WIB, Kamis (29/10/2020). Mereka dibawa lari pria tak dikenal dengan menggunakan sepeda motor, yang diduga kuat merupakan jaringan sindikat perdagangan manusia.

Ilham sendiri mengaku mendapatkan informasi kaburnya dua imigrant itu dari petugas jaga sekitar pukul 15.15 WIB. Bersama tiga orang Babinsa dan anggota unit Intel Kodim 0103/Aceh Utara, dia langsung turun menuju ke gedung BLK. Seluruh imigran diperintahkan keluar untuk dilakukan pemeriksaan. Pencarian juga dilakukan di sekitar barak, namun tidak ditemukan.

Meski demikian, pihaknya berhasil mendapatkan keterangan dari sejumlah warga yang tinggal sekitar barak. Dari masyarakat diketahui bahwa keduanya keluar dari kamp sekitar pukul 14.25 WIB. Kepada warga, mereka mengaku keluar karena ingin membeli jus.

"Diperkirakan sekitar pukul 14.25 WIB dua wanita imigrant Rohingya itu keluar dari kamp penampungan dengan alasan membeli jus," kata Ilham.

Saat keluar dari kamp, kedua perempuan itu berpakaian rapi. Hanya saja, pakaian bagian bawah terlihat basah yang diduga karena mengendap di semak-semak. “Baju kedua wanita Rohingya itu dalam keadaan basah yang kemungkinan baru keluar dari semak-semak pada saat melarikan diri," ujar Peltu Ilham.

Warga melihat keduanya berjalan ke arah halaman depan Masjid Syura Kandang, Gampong Meunasah Mee. Sekitar pukul 14.49 WIB, datang seorang pria mengendarai sepeda motor jenis Honda Vario warna hitam dan langsung memanggil kedua perempuan tersebut untuk naik.

Sepeda motor itu kemudian bergerak melaju ke arah Jalan Simpang Kandang. "Penjemputan kedua wanita migran Rohingya tersebut sempat terekam oleh CCTV Masjid Syura Kandang,” terang Ilham.

Untuk diketahui, Umi Kumme Kumsum dan Fatemah termasuk bagian dari imigran gelombang kedua yang terdampar di pantai Ujong Blang pada September 2020 lalu. Sejauh ini sudah beberapa imigran yang berhasil melarikan diri. Dari 296 yang tiba saat itu, 4 orang meninggal dunia dan enam lainnya kabur.

Hal yang sama juga terjadi pada rombongan imigrant pertama, dimana dari 99 orang yang tiba, sebanyak delapan orang melarikan diri. Mereka yang kabur tersebut umumnya juga merupakan para perempuan dengan usia muda.

Perketat penjagaan

Sementara itu, Kepolisian Resor Lhokseumawe kembali akan memperketat pengawasan BLK Gampong Meunasah Mee, Kandang, Kota Lhokseumawe, menyusul kaburnya dua imigrant perempuan Rohingya. Selama ini, pengamanan dilakukan pihak Kepolisian dibantu oleh TNI dari Kodim 0103 Aceh Utara.

"Penjagaan dan pengawasan di tempat penampungan sementara akan lebih diperketat," kata Kapolres Lhokseumawe, AKBP Eko Hartanto SIK, Jumat (30/10/2020).

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved