Gempa Turki
Gempa Turki - 33 Jam Terkubur Berhasil Diselamatkan, Korban Meninggal Bertambah
Update Gempa Turki - 33 Jam Terkubur Berhasil Diselamatkan, Korban Meninggal Capai 62 Orang
SERAMBINEWS.COM - Seorang pria berusia 70 tahun berhasil diselamatkan dari puing-puing bangunan yang runtuh di kota Izmir Turki pada hari Minggu, setelah terkubur selama 33 jam.
Seperti yang diketahui, gempa kuat melanda pantai Aegean Turki dan pulau-pulau Yunani.
Pria tersebut, yang diidentifikasi sebagai Ahmet Citim.
Ia diselamatkan dari salah satu dari 20 bangunan tempat tinggal yang hancur di distrik Bayrakli Izmir.
Di mana bangunan tua yang rentan gempa digantikan oleh proyek konstruksi yang lebih baru.
Gambar televisi menunjukkan bahwa bangunan yang runtuh adalah bangunan tua.
Baca juga: Gempa Turki: Seorang Kakek Ditarik Hidup-hidup dari Bawah Bangunan, Korban Tewas 60 orang
Tim penyelamat dan darurat telah bekerja melalui bangunan yang rusak selama dua hari.
Presiden Tayyip Erdogan mengatakan pemerintahnya "bertekad untuk menyembuhkan luka saudara-saudari kita di Izmir sebelum hawa dingin dan musim hujan datang."
Baca juga: Gempa Magnitudo 7 Guncang Turki, Ini Deretan Faktanya: Video, Korban, Hingga Penyebab
Melansir Reuters, pihak berwenang Turki melaporkan lebih banyak jumlah korban tewas pada hari Minggu, sehingga jumlah korban menjadi 62 orang, semuanya di Izmir.
Sedangkan info terakhir korban meninggal mencapai 71 orang.
Sementara, dua remaja meninggal di pulau Samos, Yunani.
Menurut badan bencana dan darurat Turki AFAD, lebih dari 3.000 tenda dan 13.000 tempat tidur telah disediakan untuk tempat berlindung sementara.
AFAD juga bilang, sekitar 940 orang terluka dalam gempa bumi hari Jumat.
Baca juga: VIDEO - Warga Muslim Inggris Demo Kecam Macron di Kedubes Prancis di London
Lebih dari 700 korban sejauh ini telah dipulangkan dari rumah sakit, sementara delapan lainnya masih dalam perawatan intensif, kata Menteri Kesehatan Fahrettin Koca.
Turki dilintasi garis patahan dan rawan gempa bumi. Pada 1999, dua gempa kuat menewaskan 18.000 orang di Turki barat laut.
Gempa bumi hari Jumat, yang menurut Kandilli Institute yang berbasis di Istanbul berkekuatan 6,9 skala Richter, berpusat di Laut Aegea, timur laut Samos.
Sementara itu, Inci Okan yang berusia enam belas tahun terperangkap di bawah reruntuhan gedung berlantai 8 yang sama dengan lelaki tua itu.
Ia diselamatkan 17 jam setelah gempa kuat, bersama dengan anjingnya Fistik (Pistachio).
Baca juga: Tolak Vaksin Covid-19 Buatan China, Warga Brasil Turun ke Jalan: Kami Bukan Kelinci Percobaan
Menteri Kesehatan Turki Fahrettin Koca dan anggota Tim Penyelamat Medis Nasional (UMKE) Edanur Dogan mengunjungi Okan di rumah sakit.
Pekerja darurat Dogan telah memegang tangan gadis itu sementara tim penyelamat mengangkat puing-puing di atasnya.
"Saya sangat senang. Syukurlah ayah saya tidak ada di rumah. Ayah saya tidak bisa muat di sana.
Dia akan melukai kepalanya. Saya kecil Saya pendek jadi saya terjepit dan begitulah cara saya diselamatkan.
Kami tinggal di rumah dengan anjingku. Kami berdua baik-baik saja,” kata Okan dari ranjang rumah sakitnya seperti yang dilansir Reuters.
Baca juga: Petugas Toilet SPBU Pegang Bokong Wanita: Saya Enggak Sengaja, Mau Pegang Anaknya
Okan berjanji akan memainkan biola untuk Dogan setelah keluar dari rumah sakit.
"Aku akan memainkan biola untukmu, aku janji."
Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul Seorang pria selamat setelah terkubur 33 jam, korban tewas gempa Turki capai 62 orang
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/gempa-guncang-turki1.jpg)