Breaking News

Berita Bisnis

Libur Panjang Nasional Akhir Oktober 2020, Jumlah Penumpang Pesawat Capai 455.068 orang

Adapun pada periode libur panjang 28 Oktober hingga 1 November 2020 itu, sebutnya, jumlah penumpang pesawat mencapai 455.068 penumpang.

Penulis: Muhammad Nasir | Editor: Saifullah
Foto Humas PT Angkasa Pura II
Suasana di Bandara Soekarno Hatta Cengkareng. 

Muhammad Nasir | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - President Director PT Angkasa Pura II, Muhammad Awaluddin mengatakan, dunia penerbangan mereguk rezeki menggiurkan pada Oktober 2020, meski masih dalam suasana pandemi Covid-19.

Puncak lonjakan arus penumpang selama pandemi, beber dia, terjadi pada periode libur panjang nasional menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW pada 28 Oktober hingga 1 November 2020, yang kemudian menjadi pendorong pasar penerbangan.

“Di tengah cukup tingginya keyakinan masyarakat terhadap protokol kesehatan di bandara-bandara PT Angkasa Pura II, pada akhir Oktober terdapat libur panjang. Kombinasi ini kemudian menggairahkan pasar penerbangan,” ujar Muhammad Awaluddin.

Adapun pada periode libur panjang 28 Oktober hingga 1 November 2020 itu, sebutnya, jumlah penumpang pesawat mencapai 455.068 penumpang.

Angka ini, papar dia, naik 17% dari pekan sebelumnya pada periode 21-25 Oktober. Seiring lonjakan penumpang, jumlah penerbangan juga naik sekitar 10% menjadi 4.460 penerbangan.

Baca juga: Dunia Penerbangan Kembali Bergairah, Bandara PT Angkasa Pura II Catat Kenaikan Jumlah Penumpang

Baca juga: Begini Proses Asesmen Akreditasi Prodi Ilmu Komunikasi Secara Online

Baca juga: Ketua Mahkamah Syar’iyah Luncurkan Aplikasi Simala-MS Jantho

Rekor juga tercipta pada periode libur panjang ini. Saat puncak arus balik pada 1 November, jumlah penumpang mencapai 116.766 orang atau tertinggi secara harian sejak pandemi melanda.

Begitu juga dengan pergerakan pesawat, urai Muhammad Awaluddin, mencapai 1.137 penerbangan atau tertinggi di tengah pandemi.

“Pada 1 November ini, jumlah penumpang sudah 50% dari biasanya di kondisi sebelum pandemi, sementara penerbangan mencapai 60%,” ujar Muhammad Awaluddin.

Kebijakan pemerintah memberikan stimulus passenger service charge (PSC), ucapnya, juga merupakan faktor lain yang mendorong meningkatnya lalu lintas penerbangan pada Oktober.

Sebab lewat stimulus itu, penumpang pesawat tidak perlu membayar PSC di 5 bandara PT Angkasa Pura II, sehingga harga tiket penerbangan dapat lebih rendah.

Baca juga: VIDEO - Gempa Turki Rusak Ratusan Rumah dan Tempat Usaha di Pulau Samos Yunani

Baca juga: VIDEO Komplotan Pencuri Diringkus, Dua dari Lima Tersangka Masih di Bawah Umur. Semuanya Warga Pidie

Baca juga: Alhamdulillah, Jumlah Warga Bireuen Isolasi Mandiri Terus Menyusut, Kini Tersisa 81 Orang

Kelima bandara itu adalah Bandara Soekarno-Hatta, Halim Perdanakusuma, Kualanamu, Banyuwangi, dan Bandara Silangit.

“Kelima bandara tersebut menyumbang sekitar 60% hingga 70% dari total jumlah penumpang di 19 bandara PT Angkasa Pura II,” ungkapnya.

“Keputusan pemerintah memberikan stimulus PSC ke-5 bandara itu dalam rangka program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), sangat tepat. Kami berterima kasih kepada pemerintah atas stimulus ini,” papar dia.

Seperti diketahui, lalu lintas penerbangan di bandara PT Angkasa Pura II (Persero), sepanjang Oktober 2020, cukup bergairah di tengah pandemi Covid-19.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved