Breaking News
Rabu, 8 April 2026

Berita Banda Aceh

Hina Umat Islam, Golkar Aceh Minta Presiden Prancis Macron Minta Maaf

Partai Golkar Aceh mengecam tindakan dan ucapan Presiden Prancis, Emmanuel Macron yang menghina umat Islam dan Nabi Muhammad SAW karena mendukung...

Penulis: Masrizal Bin Zairi | Editor: Jalimin
TM Nurlif. 

Laporan Masrizal | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Partai Golkar Aceh mengecam tindakan dan ucapan Presiden Prancis, Emmanuel Macron yang menghina umat Islam dan Nabi Muhammad SAW karena mendukung penerbitan kartun yang menggambarkan sosok nabi oleh surat kabar mingguan di Prancis, Charlie Hebdo dengan dalih kebebasan berekspresi.    

“Apa yang telah disampaikan Macron tidaklah dapat dianggap benar karena telah sangat mengesampingkan sensitifitas yang menggangu harmonisasi antar umat beragama, bahkan telah sangat mengusik umat Islam di seluruh dunia,” kata Ketua Partai Golkar Aceh, Teuku Muhammad Nurlif kepada Serambinews.com, Kamis (5/11/2020).

Nurlif mendesak Presiden Macron untuk meminta maaf kepada seluruh umat Islam dunia atas ucapan dan sikapnya.

“Kita meyakini bahwa umat muslim tetap berpegang teguh terhadap aqidah dan mencintai kedamaian serta Islam menjadi rahmat bagi sekalian alam,” kata Nurlif.

Karikatur Nabi Muhammad dan tuduhan lainnya terhadap Islam yang diucapkan oleh Macron, menurut Nurlif, bahagian dari penistaan dan penghinaan. Sebaliknya, Nurlif mendukung dan mengapresiasi sikap Presiden Indonesia, Jokowi yang mengecam apa yang dilakukan dan diucapkan oleh Presiden Macron.

Baca juga: XL Axiata Catat Pertumbuhan Kinerja Positif

Baca juga: Material Pembangunan PLTU 3-4 Menumpuk di Pelabuhan Calang, Ini Kata Syahbandar

Baca juga: Babinsa Bersama Masyarakat Cat Meunasah Kuta Krueng di Aceh Utara

“Pernyataan Presiden Macron yang mengindikasikan ada kaitan antara agama dan tindakan terorisme adalah kesalahan besar. Apalagi pernyataannya dikaitkan dengan Islam. Sungguh miris rasanya, tindakan terorisme tidak ada relevansinya dengan agama apapun. Terorisme adalah kejahatan luar biasa yang tidak patut dikaitkan dengan agama apapun,” tegasnya.

Seharusnya Macron harus mengetahui bahwa, kata Nurlif, Nabi Muhammad sebagai Rasulullah SAW justru sudah mengajarkan umat manusia untuk lebih berperadaban. Presiden Prancis Macron seharusnya lebih arif dan bijaksana karena memimpin sebuah negara yang dianggap berperadaban.

“Macron semestinya paham, bahwa setiap bangsa punya hak untuk tinggal dan hidup di bumi ini, semuanya egaliter. Boleh jadi sikap dan ucapan Presiden Macron tidaklah merepresentasikan rakyat Prancis secara keseluruhan, maupun dunia barat dan berbagai bangsa di belahan bumi lainnya,” kata Ketua Partai Golkar Aceh ini.(*) 

Baca juga: 905 Mahasiswa Lulus Verifikasi Berkas Program Beasiswa Pemkab Aceh Selatan

Baca juga: Pendukung Donald Trump Protes Pengitungan Suara di Arizona, Membawa Senapan dan Pistol

Baca juga: Aceh Utara dan Lhokseumawe Rentan Bencana, Korem 011/LW Gelar Apel Pasukan Bersama

 
 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved