Rabu, 22 April 2026

Internasional

Pendukung Donald Trump Protes Pengitungan Suara di Arizona, Membawa Senapan dan Pistol

Demonstran pendukung Donald Trump, beberapa di antaranya dipersenjatai senapan dan pistol, berkumpul di luar pusat pemilihan di Arizona pada Rabu

Editor: M Nur Pakar
AFP/Courtney Pedroza / GETTY IMAGES AMERIKA UTARA
Pendukung Presiden Donald Trump berkumpul untuk memprotes hasil pemilu di kantor Departemen Pemilihan Maricopa County di Phoenix, Arizona, Rabu (4/11/2020) malam. 

SERAMBINEWS.COM, PHOENIX - Demonstran pendukung Donald Trump, beberapa di antaranya dipersenjatai senapan dan pistol, berkumpul di luar pusat pemilihan di Arizona pada Rabu (4/11/2020) malam.

Hal itu terjadi setelah desas-desus yang tidak berdasar bahwa suara untuk presiden Republik sengaja tidak dihitung.

Meneriakkan "Hentikan mencuri!", Dan "Hitung suara saya", para pengunjuk rasa yang sebagian besar tidak bermasker berdiri di depan Departemen Pemilihan Maricopa County di Phoenix.

Calon presiden dari Partai Demokrat Joe Biden memimpin di negara bagian yang kritis itu, lansir Reuters, Kamis (5/11/2020).

Beberapa outlet berita menyebut Arizona untuk Biden, tetapi kampanye Trump mengatakan itu masih berlangsung.

Seorang demonstran ditangkap saat turun ke jalan karena hasil pemilihan presiden masih belum pasti pada di New York City, AS  dan memprotes rencana Donald Trump menuntut penghitungan ulang suara pada Kamis (5/11/2020) jelang pagi.
Seorang demonstran ditangkap saat turun ke jalan karena hasil pemilihan presiden masih belum pasti pada di New York City, AS dan memprotes rencana Donald Trump menuntut penghitungan ulang suara pada Kamis (5/11/2020) jelang pagi. (AFP/David Dee Delgado / GETTY IMAGES AMERIKA UTARA)

Baca juga: Polisi Tangkap 11 Demonstran di Portland, 50 Orang di New York, Menyita Kembang Api Sampai Senapan

Kemenangan untuk Biden di Arizona akan memberi Demokrat 11 suara elektoral, dorongan besar dalam upayanya untuk memenangkan Gedung Putih,.

Juga akan mempersempit jalan Trump untuk terpilih kembali, di negara bagian yang dimenangkan oleh Partai Republik pada 2016.

Pada malam pemilihan, Fox News dan Associated Press menyebut Arizona untuk Biden, meskipun 70% suara telah dihitung, sebuah langkah yang membuat marah Trump dan para pembantunya.

Beberapa dari sekitar 200 pengunjuk rasa, yang dihadapkan oleh barisan sheriff bersenjata, meneriakkan "Malu pada Fox!".
Beberapa mengatakan mereka keluar setelah tweet dari Mike Cernovich, seorang aktivis sayap kanan.

Chris Michael (40) dari Gilbert, Arizona, mengatakan datang untuk memastikan semua suara dihitung.

Dia mengatakan diaingin jaminan bahwa penghitungan dilakukan secara etis dan legal.

Pasukan Negara Bagian Minneapolis menangkap jurnalis dan orang-orang yang memprotes rasisme dan pemilihan presiden di Minneapolis, Minnesota, Kamis (5/11/2020) jelang pagi.
Pasukan Negara Bagian Minneapolis menangkap jurnalis dan orang-orang yang memprotes rasisme dan pemilihan presiden di Minneapolis, Minnesota, Kamis (5/11/2020) jelang pagi. (AFP/Kerem Yucel)

Baca juga: VIDEO Donald Trump Tuding Ada Surat Suara Siluman yang Untungkan Lawan

Dengan penghitungan yang masih berlangsung di beberapa negara bagian utama, Trump menuduh Demokrat mencoba mencuri pemilu tanpa bukti.

Trump mengajukan tuntutan hukum di beberapa negara bagian terkait penghitungan suara.

Adegan serupa terjadi pada Rabu (4/11/2020) sore di pusat kota Detroit, di mana pejabat pemilihan kota menahan sekitar 30 orang, sebagian besar dari Partai Republik.

Mereka memasuki ruang penghitungan suara di tengah klaim yang tidak berdasar bahwa penghitungan suara itu curang.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved