Kamis, 4 Juni 2026

Internasional

Kaum Evangelis Tetap Berpegang pada Trump, Melihat ke Atas Walau Dia Kalah

Umat Kristen konservatif Evangelis AS yang membantu mengirim Donald Trump ke Gedung Putih empat tahun lalu terjebak olehnya pada tahun 2020.

Tayang:
Editor: M Nur Pakar
Foto: Bloomberg
Presiden AS Donald Trump berdoa dalam peluncuran koalisi “Evangelis untuk Trump” di Miami, AS pada 3 Januari 2020. 

SERAMBINEWS.COM, WASHINGTON - Umat Kristen konservatif Evangelis AS yang membantu mengirim Donald Trump ke Gedung Putih empat tahun lalu terjebak olehnya pada tahun 2020.

Tetapi meskipun Trump tidak mendapatkan masa jabatan kedua, beberapa orang Kristen konservatif melihat alasan untuk merayakan hasil pemilihan tahun ini.

Para pemilih evangelis kulit putih menghasilkan 23% suara secara nasional dan sangat menyukai Trump dengan sekitar 8 dari 10 mendukungnya, menurut AP VoteCast .

Dukungan mereka mungkin tidak cukup untuk memilih kembali sang presiden.

Baca juga: Apakah Pertunjukan Donald Trump Sudah Berakhir? Raja Sekaligus Badut

Dengan calon dari Partai Demokrat Joe Biden memimpin, saat negara bagian terus menghitung suara pada Jumat (6/11/2020).

Namun kaum evangelis masih bersemangat dengan kehadiran mereka yang kuat di pemungutan suara dan keberhasilan dalam pemilihan umum.

“Tidak diragukan lagi bahwa kami melakukan pekerjaan kami,” kata Ralph Reed, aktivis veteran yang mendirikan organisasi nirlaba Faith and Freedom Coalition, berkata tentang rekan-rekannya yang Kristen konservatif.

Seperti kebanyakan sesama evangelis, Reed meninggalkan ruang bagi presiden untuk meraih kemenangan.

Bahkan ketika jalan itu tampak tipis pada Jumat (6/11/2020).

Tetapi dia juga memilih penampilan Demokrat yang tidak bersemangat dalam pemilihan kongres sebagai tanda positif.

Menyarankan kaum konservatif religius melihat peluang untuk bekerja dengan pemerintahan Biden yang menjauh dari sayap kiri.

"Jika Presiden Trump gagal ... jika itu yang akhirnya terjadi, selain itu adalah siklus yang sangat mengesankan bagi para pemilih agama dan untuk konservatif sosial di Partai Republik ini," kata Reed.

Baca juga: Tentara AS Kesal Dengan Pernyataan Presiden Donald Trump, Hentikan Penghitungan

Sementara banyak sekutu evangelis Trump berkulit putih, tim kampanye presiden juga berhasil menarik para pemilih Latin.

Melihat tanda-tanda peningkatan dengan demografis di beberapa negara bagian.

Pendeta Samuel Rodriguez, seorang pendeta evangelis Latin yang telah menasihati Trump, mengatakan kemajuan dengan pemilih Latin.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved