Selasa, 14 April 2026

Mursil Janji tak Berlakukan Bangku Panjang untuk ASN  

Bupati Aceh Tamiang, Mursil menegaskan tidak akan memberlakukan 'bangku panjang' bagi ASN

Editor: bakri
SERAMBINEWS.COM/RAHMAD WIGUNA
Bupati Aceh Tamiang, Mursil 

KUALASIMPANG - Bupati Aceh Tamiang, Mursil menegaskan tidak akan memberlakukan 'bangku panjang' bagi ASN. Para ASN bahkan diberi suntikan bonus sebagai perangsang meningkatkan mutu kerja. Hal ini disampaikan Mursil ketika menjamu 28 guru berprestasi di aula Setdakab Aceh Tamiang, kemarin.

Menurutnya tindakan 'membangku-panjangkan' pejabat tanpa alasan yang tepat sebuah tindakan zalim. Mursil menilai kebijakan ini memunculkan dilema karena dia meyakini ASN yang dicopot dari jabatan kerap merahasiakannya kepada keluarga.

"Ketika dia tetap di rumah, ini akan menjadi pertanyaan anak dan istrinya. Untuk merahasiakan statusnya di kantor, terpaksa dia tetap pergi dari rumah," kata Muursil. Sabtu (7/11/2020).

Dia menduga inilah yang menyebabkan banyak ASN terlihat duduk di warung kopi pada jam kerja. "Tapi itu dulu, sekarang saya sudah perintahkan Satpol PP terus patroli pada ja kerja," ungkapnya. Secara khusus Mursil mengaku sudah meminta Kepala BKPSDM Aceh Tamiang untuk meneruskan kebijakannya ini ke seluruh Kepala SKPK agar tidak sembarang mencopot Kabid ataupun Kasi.

"Sudah saya ingatkan, seluruh SKPK bila ingin mencopot, harus tahu saya. Kalau tidak ada kesalahan, jangan dicopot. Jangan karena faktor suka tidak suka," ujarnya.

Di sisi lain, Mursil mengingatkan agar seluruh ASN tidak protes ketika terkena mutasi. Pertukaran posisi ini dinilainya cukup efektif menciptakan inovasi di masing-masing SKPK.

"Ada pejabat yang tidak bagus kerjanya di A, ketika dipindahkan ke B, justru sangat menonjol. Makanya mutasi ini harus dilakukan," sambungnya.

Mursil mengaku cukup menaruh perhatian besar terhadap kinerja ASN. Sebab dia berkeyakinan kinerja berkualitas yang diperlihatkan ASN akan memberi dampak positif bagi masyarakat.

Makanya sejak tahun lalu, seluruh ASN di Aceh Tamiang mendapat suntikan tambahan penghasilan pegawai (TPP). Penilaian program ini dilakukan dengan sangat jelas, yakni sesuai dengan kinerja pegawai setiap harinya.

"Datang terlambat atau pulang lebih awal, akan langsung terpotong nilai TPP-nya. Untuk Aceh, kita yang pertama memberi TPP," sambungnya.

Dia memastikan TPP ini disalurkan kepada semua golongan ASN mulai dari Rp 2 juta hingga Rp 10 juta. "Camat hari ini TPP-nya Rp juta. Jauh lebih besar dari gajinya. Maka wajar bila saya minta mereka kerja serius," tegasnya. (mad)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved