Breaking News
Kamis, 9 April 2026

Pendukung Biden Menari, Kubu Trump Bersenjata  

Pendukung calon presiden (capres) Amerika Serikat (AS) dari Partai Demokrat, Joe Biden, menari di jalan-jalan di luar pusat penghitungan

Editor: bakri
AFP/TIMOTIUS A. CLARY
Pendukung Joe Biden, Julie DeLaurier, merayakan pemilihan presiden di Times Square, New York, AS dengan berkostum superhero Hulk pada Jumat (6/11/2020). 

JAKARTA - Pendukung calon presiden (capres) Amerika Serikat (AS) dari Partai Demokrat, Joe Biden, menari di jalan-jalan di luar pusat penghitungan suara di Philadelphia, Pennsylvania, Jumat (6/10/2020) waktu setempar. Penghitungan suara terus meningkat dan menunjukkan mantan wakil presiden bersama Presiden Barrack Obama, itu dapat segera dinyatakan sebagai pemenang Pilpres AS.

Berdasarkan hitung cepat The Associated Press (AP), Biden unggul di Pennsylvania dengan perolehan 3,337,069 suara (49,6 persen). Sementara capres petahanan dari Partai Republik, Donald Trump, memperoleh 3,308,192 suara (49,2 persen). Dengan keunggulan di Pennsylvania, Biden hampir dipastikan memenangi Pilpres Negeri Paman Sam, itu karena sudah melebihi 270 electoral college.

Di sejumlah negara bagian, pendukung Biden bersorak kepada petugas pemungutan suara untuk "menghitung setiap suara." Kadang-kadang, mereka berdansa setiap kali seseorang memutar lagu Beyonce atau lagu Missy Elliott di pengeras suara.

Seorang guru studi sosial, Sean Truppo (37), menyalakan kembang api setelah terbangun oleh berita Biden menyalip Trump dalam hitungan negara bagian Pilpres AS. Kemudian, ia menempatkan putrinya yang berusia masih 4 tahun dalam kereta dorong untuk bergabung dengan kerumunan di luar Pusat Konvensi Philadelphia."Putri saya lahir saat pemerintahan Trump dan saya ingin dia menyaksikan akhir dari Trump," katanya.

Seperti dilaporkan Reuters, pemandangan berbeda terjadi di Detroit, beberapa orang dari ratusan pendukung Donald Trump, tampak bersenjata, sambil melantunkan teriakan prematur, "Kami menang!" Di luar pusat penghitungan, meskipun kemenangan Trump terlihat semakin tidak mungkin.

Beberapa pendukung Trump bersikeras ada sesuatu yang salah dengan penghitungan suara. Pendukung Trump membawa senapan dan pistol saat berdemonstrasi di luar pusat penghitungan di Detroit dan Phoenix, Arizona. Mereka mengenakan seragam berupa topi bisbol merah "Make America Great Again," beberapa orang berlutut saat memanjatkan doa.

Seorang perawat Gary Smith (69) datang dari Casco, Michigan, untuk menghadiri demonstrasi di luar pusat penghitungan Detroit. "Ada banyak suara palsu yang telah dihitung," kata Smith. Smith berharap bahwa sebagian besar surat suara yang masuk melalui pos akan dianggap ilegal. "Kami akan melanjutkan gugatan, protes, siapa tahu, mungkin pembangkangan sipil," ujarnya.

Minta bantuan roh

Penasihat spiritual Donald Trump, Paula White-Cain "memanggil roh" agar Trump dapat meraih kemenangan dalam Pilpres AS. Permintaan itu disampaikan White saat memimpin kebaktian yang disiarkan melalui Facebook. Saat mendoakan Trump, White meminta "bantuan malaikat" dari benua Afrika dan Amerika Selatan.

Bahkan, ia juga terdengar berbicara dengan menggunakan bahasa roh saat mendoakan kemenangan Trump. "Saya mendengar suara kemenangan,Tuhan berkata itu sudah selesai," ucap White saat memimpin doa, seperti dilansir dari USA Today, Sabtu (7/11/2020) waktu setempat. “Sebab, sekarang malaikat sedang dikirim dari Afrika dan Amerika Selatan," timpal White.

Tak sampai disitu, White bahkan menyebut ada "konfederasi setan" yang berusaha mencuri hasil pemilu dari Trump."Konfederasi setan... berusaha mencuri (hasil) pemilu dari Trump," kata White, merujuk pada hasil penghitungan sementara suara Pilpres AS.

Biden bangga

Sementara itu, Joe Biden mengaku bangga dengan hasil sementara Pilpres AS. Biden mengaku optimis memenangkan 'medan pertempuran' untuk lolos menuju Gedung Putih. Keyakinannya ini buntut dari unggulnya suara Demokrat atas Georgia dan Pennsylvania.

"Joe Biden di sini, kami akan memenangkan perlombaan ini," kata Biden saat memberikan pidato perdana setelah unggul dalam Elektoral Votes di Delaware, Sabtu (7/11/2020) waktu setempat. "Lihat saja apa yang terjadi sejak kemarin. Dua puluh empat jam yang lalu, kami tertinggal di Georgia, sekarang kami unggul dan kami akan memenangkan negara bagian itu," pungkasnya. (tribun network/denis)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved