Breaking News:

Internasional

Joe Biden Ingin Bawa Palestina dan Israel Dalam Posisi Seimbang

Presiden terpilih AS Joe Biden sempat menggambarkan dirinya sebagai seorang Zionis. Bahkan, sebagai teman sembilan perdana menteri Israel, tetapi

AFP/Angela Weiss
Presiden terpilih Joe Biden (kiri) berziarah ke makam keluarganya di St. Joseph di Gereja Katolik Roma Brandywine di Wilmington, Delaware, AS Minggu (8/11/2020). 

SERAMBINEWS.COM, JERUSALEM - Presiden terpilih AS Joe Biden sempat menggambarkan dirinya sebagai seorang Zionis.

Bahkan, sebagai teman sembilan perdana menteri Israel, tetapi perselisihan bisa saja muncul saat ini.

Netanyahu terkenal berseteru dengan mantan bos Biden, Barack Obama.

Dia mungkin mendapat cambukan kebijakan setelah empat tahun bersama dengan Presiden Donald Trump, lansir Reuters, Senin (9/11/2020).

Yang dia puji sebelum pemilihan karena telah mengisolasi Iran, menghadapi agresinya, mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel, dan kedaulatan Dataran Tinggi Golan.

Baca juga: Joe Biden Terpilih Sebagai Presiden AS, Raih 290 Suara Elektoral, AP Kirim Pil Pahit ke Donald Trump

Namun poin perbedaan pada masalah Timur Tengah akan segera berubah, karena Biden dan Netanyahu menghadapi krisis terkait Covid-19 dan ekonomi.

Di antara poin-poin ketidaksepakatan adalah janji Biden untuk memulihkan keterlibatan AS dalam kesepakatan nuklir Iran.

Penentangannya terhadap pemukiman Israel yang diduduki di mana Palestina mencari status kenegaraan.

Netanyahu sayap kanan tidak memiliki keinginan untuk menjadi negara bagian Palestina, yang akan membutuhkan pembatasan pemukim Yahudi di Tepi Barat.

Sebagai wakil presiden pada 2010, Biden mengutuk rencana Israel membangun 1.600 rumah di Ramat Shlomo.

Halaman
12
Editor: M Nur Pakar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved