Minggu, 3 Mei 2026

PKB Usul Ruslan M Daud sebagai Wagub

Meskipun belum ada pembahasan di tingkat partai pengusung Irwandi Yusuf-Nova Iriansyah (Demokrat, PNA, PKB, PDA, dan PDIP) terkait

Tayang:
Editor: bakri
SERAMBINEWS.COM/FIKAR W EDA
H Ruslan M Daud. 

* PDI Juga Utamakan Kader Sendiri

BANDA ACEH - Meskipun belum ada pembahasan di tingkat partai pengusung Irwandi Yusuf-Nova Iriansyah (Demokrat, PNA, PKB, PDA, dan PDIP) terkait figur wakil gubernur Aceh sisa masa jabatan 2017-2022, namun sejumlah partai pengusung mulai mengusulkan calon dari kader partai sendiri.

Seperti Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang akan mengusulkan H Ruslan M Daud sebagai calon wakil gubernur Aceh sisa masa jabatan 2017-2022, mendampingi Gubernur Aceh, Nova Iriansyah. Pengusulan tersebut berdasarkan putusan DPP partai tersebut yang mengutamakan kader sendiri.

Sebelumnya Partai Daerah Aceh (PDA) yang saat pengusungan pasangan Irwandi-Nova pada Pilkada 2017 masih bernama Partai Damai Aceh, juga mengusulkan ketua umum partai tersebut, Tgk Muhibbussabri A Wahab sebagai pendamping Nova Iriansyah.

"Sudah ada sinyal dari DPP bahwa PKB mengutamakan kadernya terlebih dahulu dalam pengusulan wakil gubernur Aceh. Yang kita gadang-gadang adalah H Ruslan M Daud sebagai wakil gubernur Aceh," kata Ketua DPW PKB Aceh, H Irmawan SSos MM kepada Serambi, Minggu (8/11/2020).

Penunjukan Ruslan yang juga anggota Komisi V DPR RI itu, menurut Irmawan, didasarkan dengan beberapa pertimbangan. Selain sudah berpengalaman dalam pemerintahan karena pernah menjadi Bupati Bireuen, juga karena dekat dengan kalangan ulama seperti Abu Mudi, Abu Kuta Krueng, Waled Nu, dan ulama lainnya serta pemerintah pusat.

"Selama ini dia komunikasinya dengan ulama bagus, di pemerintahan dia sudah berpengalaman karena sudah pernah menjadi bupati, komunikasi dengan pemerintah pusat juga bagus. Itulah pertimbangan kita mendorong Pak Ruslan M Daud untuk mengisi posisi wakil gubernur Aceh," ungkap Irmawan.

Kendati mengunggulkan kader sendiri, politikus asal Dataran Tinggi Gayo ini juga mengungkapkan bahwa tidak tertutup kemungkinan pihaknya untuk mendukung calon dari partai lain. "Tapi kita memprioritaskan kader sendiri dulu," tandas Irmawan yang juga anggota DPR RI ini.

Sementara Ruslan Daud yang dikonfirmasi Serambi mengaku siap melaksanakan perintah partai. "Sebagai prajurit, kalau sudah diarahkan oleh DPP untuk menjadi wakil gubernur Aceh, tidak masalah. Tapi dengan didukung oleh ulama dan tokoh, karena kita terjun dalam politik beranjak dari dukungan Abu. Saya kiblatnya Abu Mudi dan abu-abu lain di Aceh," katanya.

Ia menyatakan, apabila para kalangan ulama mengizinkan dirinya untuk menjadi wakil gubernur Aceh, maka ia siap membantu Gubernur Nova Iriansyah. Apalagi ini untuk kebaikan Aceh.

Sementara Ketua DPD Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Aceh, Muslahuddin Daud secara terpisah mengatakan bahwa pihaknya juga mengutamakan kader sendiri dalam pengusulan wakil gubernur Aceh. "Dalam diskusi internal kita buka peluang mengusulkan secara internal dan eksternal. Sesuai mekanisme partai kita akan bahas dalam rapat DPD untuk diputuskan," katanya.

Secara informal, lanjutnya, komunikasi dengan partai pengusung lain soal calon wakil gubernur sudah terjadi namun belum final. Menurutnya, semua partai pengusung Irwandi-Nova memiliki kesempatan untuk mengusung calon sendiri. "Ini hal biasa, dalam politik tentu saja akan ada konsensus," tandasnya.

Sementara Ketua Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Aceh, Hendri Yono yang juga anggota DPRA menjagokan Ketua Umum DPP PNA, Samsul Bahri bin Amiren alias Tiyong sebagai wakil gubernur Aceh, meskipun PNA sendiri belum memutuskan sikapnya. "Dari kalangan DPRA yang banyak dibicarakan saudara Samsul Bahri bin Amiren alias Tiyong, dia juga sebagai Ketua Umum PNA," kata Hendri Yono.

Menurut Hendri Yono, Tiyong sangat pantas menjabat posisi wakil gubernur Aceh, mendampingi Nova Iriansyah. "Ini pandangan pribadi saya karena pengalaman beliau sudah tiga periode di DPRA, tentu sudah banyak pengalaman dipemerintahan dan perpolitikan di Aceh, itu pun kalau saudara Tiyong bersedia mencalonkan diri sebagai calon wakil gubernur Aceh," ungkap dia.

Alasan lain, karena Tiyong juga Ketua Tim Pemenangan Irwandi-Nova pada saat Pilkada dulu. "Kami sendiri juga belum pernah mendengar beliau menyatakan siap dicalonkan, itu terserah sama yang bersangkutan," demikian Hendri Yono.(mas)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved