Video

VIDEO - PM Armenia Teken KESEPAKATAN KARABAKH, Disambut Demo dan Protes di Negaranya

PM Armenia, Nikol Pashinyan mengatakan "keputusan yang sangat sulit" untuk menandatangani kesepakatan untuk mengakhiri konflik di Nagorno-Karabakh.

Penulis: Yuhendra Saputra | Editor: Zaenal

SERAMBINEWS.COM, YEREVAN - PM Armenia, Nikol Pashinyan mengatakan "keputusan yang sangat sulit" untuk menandatangani kesepakatan untuk mengakhiri konflik di Nagorno-Karabakh pada Selasa (10/11/2020).

Di media sosial, Pashinyan mengatakan keputusan itu diambil setelah kajian yang mendalam terhadap situasi militer dan penilaian oleh para pakar.

"Dalam situasi saat ini, tidak ada peluang untuk membuat keputusan lain," kata PM Armenia itu.

“Saya akan memberi tahu lebih detail, mengapa dan apa alasan di balik kejadian bulan lalu. Saya tidak dapat melakukannya sekarang karena satu alasan sederhana, karena menghentikan aksi militer adalah prioritas utama saat ini, bisa dikatakan dapat membahayakan orang banyak," tambahnya.

Terjadi protes di negaranya setelah Pashinyan menandatangani kesepakatan antara Armenia, Azerbaijan dan Rusia untuk menghentikan pertempuran di Nagorno Karabakh.

Para pendemo berkumpul di depan gedung pemerintah di Yerevan dan memecahkan jendela serta meneriakkan slogan-slogan anti Pashinyan.(*)

Sumber: Anadolu Agency

Baca juga: Lebanon-Armenia Merasakan Perang Nagorno-Karabakh, Penyanyi Opera Terkenal Bertempur Sampai Tewas

Baca juga: Armenia Minta Bantuan Rusia, Kirim Pasukan Untuk Mengakhiri Perang di Nagorno Karabakh

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved