Selasa, 2 Juni 2026

Obat Corona

AS Mulai Distribusikan Obat Antibodi Covid-19 Eli Lilly and Co pada Pekan Ini

FDA pada Senin merestui penggunaan darurat antibodi Lilly bagi mereka berusia di atas 65 tahun yang saat ini didiagnosa Covid-19 ringan hingga sedang.

Tayang:
Pascal GUYOT / AFP
PASIEN COVID- Staf medis memuat pasien yang terinfeksi penyakit Covid-19 di pesawat untuk dievakuasi, di bandara Nimes-Garon di Saint-Gilles, pada 27 Oktober 2020. 

SERAMBINEWS.COM, WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) mulai mendistribusikan obat antibodi Covid-19 Eli Lilly and Co ke departemen kesehatan negara bagian pekan ini, menurut Menteri Departemen Layanan Kesehatan dan Kemanusiaan (HHS) Alex Azar, Selasa.

"Pengobatan awal mungkin membantu masyarakat menghindari penyakit lebih lanjut sekaligus menghindari rawat di rumah sakit," kata direktur Pusat Evaluasi dan Riset Obat di bawah Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) saat konferensi bersama Azar.

FDA pada Senin merestui penggunaan darurat antibodi Lilly bagi mereka berusia di atas 65 tahun yang saat ini didiagnosa Covid-19 ringan hingga sedang, dan untuk pasien berusia 12 tahun ke atas yang memiliki riwayat penyakit sehingga berpotensi penyakit serius.

FDA mengatakan obat tersebut tidak diperuntukkan bagi pasien Covid-19 rumah sakit.

Baca juga: Tren Kasus Covid-19 Turun, Aceh Melaju ke Zona Orange, Jubir: Mustahil tanpa Peran Masyarakat

Baca juga: Miris, Banyak Warga Aceh Singkil Abai Protkes Covid-19, Ratusan Orang Terjaring Razia Masker

Baca juga: Pemko Banda Aceh Bongkar Bagian Bangunan Menyalahi Izin di Lamteumen Timur, Ini Penegasan Wali Kota

HHS akan mendistribusikan obat, bamlanivimab, melalui sistem yang dikembangkan selama musim panas untuk mengalokasikan pasokan remdesivir, obat antivirus buatan Gilead Sciences, yang mengantongi izin penggunaan pada pasien Covid-19 rumah sakit.

Alokasi bamlanivimab ke negara bagian dan wilayah akan berdasarkan pada jumlah pasien COVID-19 rawat inap dan jumlah keseluruhan kasus, kata pejabat pemerintah.

Woodcock menjelaskan bahwa sejumlah negara bagian mungkin memiliki lebih banyak orang dengan faktor risiko riwayat penyakit seperti obesitas dan diabetes. "Mereka adalah orang-orang yang sedang kami targetkan," katanya.

Baca juga: HMI Nobatkan Aminullah Usman Sebagai Bapak Ekonomi Syariah Kota Banda Aceh

Baca juga: Tren Kasus Covid-19 Turun, Aceh Melaju ke Zona Orange, Jubir: Mustahil tanpa Peran Masyarakat

Baca juga: Bocah Korban Tertimpa Pohon Tumbang Masih Dirawat di RSU Cut Meutia Aceh Utara, Begini Kondisinya

Satu kali infus bamlanivimab mampu mengurangi risiko rawat inap dan ruang gawat darurat.

AS membeli 300.000 dosis obat tahun ini dan mempunyai opsi untuk membeli 650.000 dosis tambahan tahun depan.

Distributor Obat AmerisourceBergen Corp mulanya akan mengirim obat bioteknologi tersebut ke rumah sakit, namun tujuannya untuk memperluas distribusi bagi pasien rawat jalan.
(reuters/antara)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved