Negara Afrika Ini Bocorkan Bobroknya Peralatan Tempur China, Kendaraan Lapis Baja Bocor saat Latihan
China juga dipandang sebagai pusat manufaktur global, sebagian besar karena keunggulan tenaga kerja berbiaya rendah.
SERAMBINEWS.COM - Selama ini China dipandang sebagai negara perkasa apapun yang tercanggih di dunia ini, China pasti akan langsung membuatnya.
Sebagai negara super power di Asia China memiliki segara yang dibutuhkan, mulai dari ekonomi, industri, militer hingga kekuatan finansial.
China juga dipandang sebagai pusat manufaktur global, sebagian besar karena keunggulan tenaga kerja berbiaya rendah.
Selain itu, China juga memiliki keunggulan kualitatif dalam penciptaan teknologi nyata yang hampir dibutuhkan semua orang.
Misalnya saja, dari segi peralatan tempur China sanggung menciptakan dalam jumlah besar dalam waktu yang relatif singkat.
Hal itu berlaku bagi teknologi lain, misalnya handphone, ponsel China hampir merajalelaa di seluruh dunia.
Hal itu menunjkan bahwa soal kuantitas China unggul telak dari negara manapun, dalam kemajuan teknologi pun demikian.
Baca juga: Viral Mobil Pakai Running Text Lirik Lagu di Belakang, Terhibur, Tapi Ada yang Dikhawatirkan
Baca juga: Jangan Dibuang! Mandi Pakai Air Cucian Beras Ternyata Punya Manfaat Luar Biasa untuk Kulit
Baca juga: Penjualan Kerajinan Tangan dari Rotan Menurun Selama Pandemi Corona, Paling yang Terjual Pot Bunga
Banyak negara-negara yang telah mengimpor berbagai peralatan militer dari China, akan tetapi tak sedikit dari mereka yang kecewa telah membeli barang dari China.
Laporan terbaru mengatakan, banyak negara-negara yang tidak puas dengan peralatan tempur yang dibeli dari China.
Melansir Eurasian Times, banyak peralatan rusak di China yang dikemas ulang kemudian dijual kembali oleh China, dalam kesepakatan komersial.
Negara-negara dari Afrika banyak yang telah menjadi korbannya, misalnya Kenya yang membeli Pengangkut Personil Lapis Baja VN-4 Tiongkok (APC).
Tetapi dilaporkan memiliki sejumlah cacat mekanis, yang menyebabkan kematian yang tidak menguntungkan dari beberapa tentara Kenya saat mencoba uji tembak.
Negara Afrika lain, Aljazair menyaksikan sejumlah kecelakaan yang melibatkan drone CH-4 UCAV Tiongkok dalam enam tahun terakhir.
Baca juga: Daftar Nama Penerima Tanda Kehormatan Bintang Mahaputera dan Bintang Jasa dari Jokowi
Baca juga: Pria Tak Dikenal Keluarkan Kelamin dan Onani di Rumah Orang, Mama Muda Teriak Minta Bantuan
Jordan bahkan memiliki pengalaman yang sangat pahit karena terpaksa menjual drone CH-4 UCAV China setelah mereka gagal dalam semua parameter yang diperlukan militernya.
Dinamai ulang sebagai BNS Joyjatra dan BNS Nobojatra, keduanya mengalami cacat dan tidak terpakai.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/kendaraan-lapis-baja-milik-china-tenggelam-saat-digunakan-latihan.jpg)