Minggu, 19 April 2026

Sehari Usai Bom Jeddah, Kedubes Arab di Belanda Ditembaki

Beberapa tembakan dilepaskan oleh orang tak dikenal ke Gedung Kedutaan Besar (Kedubes) Arab Saudi di Kota Den Haag, Belanda

Editor: bakri
AFP/ANP/LIESHOUT
Polisi melakukan penyelidikan di luar Kedubes Arab Saudi di Kota Den Haag, Belanda, setelah gedung itu ditembak oleh orang tak dikenal pada Kamis (12/11/2020) pagi. 

DEN HAAG - Beberapa tembakan dilepaskan oleh orang tak dikenal ke Gedung Kedutaan Besar (Kedubes) Arab Saudi di Kota Den Haag, Belanda, pada Kamis (12/11/2020) waktu setempat. Menurut keterangan polisi yang dikutip Kompas.com dari AFP, tak ada yang terluka dalam insiden itu. Penembakan tersebut terjadi sehari setelah ledakan bom di Kota Jeddah, Arab Saudi, saat peringatan Perang Dunia I yang dihadiri para diplomat dari Perancis dan negara-negara lain, Rabu (11/11/2020).

Menurut keterangan polisi yang dikutip Kompas.com dari AFP, tak ada yang terluka dalam insiden itu. "Tepat sebelum pukul 6 pagi kami mendapat pesan bahwa ada tembakan pada sebuah gedung di Den Haag. Tidak ada korban luka," tulis polisi di Twitter. Kantor Berita Belanda, ANP, yang mengutip pernyataan polisi, melaporkan, Sejumlah selongsong peluru ditemukan di tempat kejadian setelah insiden itu.

Media lokal menyebutkan, ada 20 lubang peluru di gedung dan menampilkan foto beberapa lubang di jendela. Tapi, polisi tidak menyebutkan jumlah tembakan. Petugas sudah menutup tempat kejadian dan tim forensik sedang melakukan penyelidikan. Motif penembakan juga belum diketahui.

Sebelumnya dilaporkan sebuah bom meledak di Jeddah, Arab Saudi, Rabu (11/11/2020). Sedikitnya tiga orang terluka ketika sebuah alat peledak menghantam upacara internasional untuk memperingati akhir Perang Dunia I pada sebuah pemakaman di Kota Jeddah. Bukan acara biasa, karena acara tersebut diketahui dihadiri oleh perwakilan beberapa negara.

Dilansir dari Aljazeera, acara dihadiri oleh Kedutaan Besar Prancis, Yunani, Italia, Inggris dan Amerika Serikat (AS). Mereka pun sama-sama mengatakan serangan bom tersebut merupakan 'pengecut', dan mereka mengutuknya.

Menteri Timur Tengah dan Afrika Utara, James Cleverly, pun menuliskan cuitan di twitter.

"Serangan seperti itu terhadap orang yang tidak bersalah memalukan dan sepenuhnya tanpa keadilan," kata pernyataan itu, menambahkan bahwa mereka berjanji mendukung pemerintah Saudi saat mereka menyelidiki insiden tersebut.

Pernyataan bersama yang dikeluarkan oleh kedutaan besar dari lima negara yang hadir mengatakan: "Serangan seperti itu terhadap orang yang tidak bersalah memalukan dan sepenuhnya tanpa pembenaran."

Kementerian Luar Negeri Prancis mengatakan, upacara tahunan itu untuk memperingati berakhirnya Perang Dunia I dihadiri oleh beberapa konsulat, termasuk dari Prancis, menjadi sasaran serangan itu.

Prancis pun telah mendesak warganya untuk waspada maksimum di tengah ketegangan yang meningkat, setelah penyerang bulan lalu memenggal kepala seorang guru sekolah menengah Prancis yang menunjukkan karikatur Nabi Muhammad SAW di kelas.

"Secara khusus, lakukan kebijaksanaan dan jauhi semua pertemuan dan berhati-hatilah saat bergerak," kata pernyataan kementerian luar negeri, yang diedarkan kepada penduduk Prancis di Jeddah.

Kedutaan Prancis di UEA juga meminta warga Prancis untuk tetap waspada setelah serangan itu.

Dilansir dari Independent.co.uk, Nadia Chaaya, seorang pejabat yang mewakili warga negara Prancis yang tinggal di Arab Saudi, menghadiri upacara ketika diserang. Dia mengatakan kepada Associated Press bahwa ada sekitar 20 orang dari berbagai negara yang hadir.

Dia sebelumnya mengatakan kepada jaringan Prancis BFM bahwa dia mendengar ledakan ketika konsul jenderal Prancis mendekati akhir pidatonya. “Kami tentu saja dalam mode panik… kami sangat takut untuk melihat apakah akan ada gelombang kedua,” katanya. Sementara itu, seorang Pejabat Saudi mengatakan bahwa penyelidikan terhadap insiden itu sedang dilakukan. (kompas.com/tribun solo/AP/Reuters)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved