Kamis, 7 Mei 2026

Internasional

Senat Meminta Departemen Luar Negeri AS Percepat Penjualan F-35 ke UEA

Senat AS meminta Departemen Luar Negeri AS untuk mempercepat penjualan jet tempur siluman F-35 ke Uni Emirat Arab yang terus tertunda.

Tayang:
Editor: M Nur Pakar
AP
Presiden AS Donald Trump berbincang dengan pilot Jet tempur siluman F-35 

Senat Meminta Departemen Luar Negeri AS Percepat Penjualan F-35 ke UEA

SERAMBINEWS.COM, WASHINGTON - Senat AS meminta Departemen Luar Negeri AS untuk mempercepat penjualan jet tempur siluman F-35 ke Uni Emirat Arab yang terus tertunda.

Senat beralasna tidak akan mengancam kekuatan militer Israel atau membuat sistem militer AS rentan terhadap Rusia dan China.

Legislasi bipartisan yang diperkenalkan oleh Komite Alokasi Senat pimpinan Trump pada 10 November 2020 merupakan rintangan potensial lainnya untuk penjualan AS sebanya 50 unit F-35 senilai 10,4 miliar dolar AS.

Kemudian 18 MQ-9B senilai $ 2,97 miliar, dan senilai $ 10 miliar rudal udara ke udara dan udara-ke-darat, lansir Reuters, Jumat (13/11/2020).

Baca juga: Donald Trump Terus Bermanuver Jelang Berakhir Masa Tugas, Jual 50 Jet Tempur Siluman F-35 ke UEA

Menteri Luar Negeri Mike Pompeo mengumumkan paket itu pada hari yang sama dengan undang-undang itu diperkenalkan.

Senat memasukkan persyaratan sertifikasi dalam tagihan alokasi fiskal 2021 untuk Departemen Luar Negeri dan operasi luar negeri.

Ini mengikuti proposal yang membatasi berdasarkan keprihatinan serupa bulan lalu dari Ketua Komite Urusan Luar Negeri DPR Eliot Engel, dari Senator New Jersey Bob Menendez.

Anggota tertinggi Demokrat di Komite Hubungan Luar Negeri Senat, dan Senator Dianne Feinstein dari California .

Kedua panel, yang anggotanya mengkritik peran UEA dalam perang saudara Yaman dan menunjuk pada hubungan pertahanannya dengan Rusia dan China, meninjau penjualan senjata utama.

Amnesty International pekan lalu meminta Washington untuk menghentikan penjualan senjata yang dapat digunakan dalam konflik Yaman.

Baca juga: Israel Akhirnya Menyerah, UEA Dapat Beli Semua Jenis Persenjataan Canggih ke AS

Dikatakan, UEA telah menggunakan drone bersenjata di Libya, untuk mematahkan embargo senjata PBB yang sudah lama ada di sana.

Ketentuan dari pengambil Senat berbunyi:

"Sebelum penjualan pesawat tempur gabungan F – 35 ke UEA, Menteri Luar Negeri harius berkonsultasi dengan kepala badan federal terkait."

"Harus menyatakan dan melaporkan kepada Komite bahwa penjualan tersebut:

"Tidak mengurangi keunggulan kualitatif militer Israel.

"Tidak menimbulkan kerentanan bagi militer AS terhadap sistem dan teknologi militer AS dibandingkan Rusia dan China.(*)

Baca juga: Tindaklanjuti Investasi UEA, Tim Provinsi Aceh dan Aceh Singkil Gelar Pertemuan

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved