Berita Aceh Barat
Jalan Lintas Balee-Pucok Reudeup Berlumpur dan Sulit Dilalui, Warga Minta Diaspal, Ini Respon PUPR
Kondisi sebagian badan jalan masih berlumpur dan sebagian lainnya masih sulit dilalui kendaraan roda empat.
Penulis: Sadul Bahri | Editor: Saifullah
Laporan Sa’dul Bahri | Aceh Barat
SERAMBINEWS.COM, MEULABOH - Warga Desa Pucok Reudeup, Kecamatan Meureubo, Aceh Barat meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Barat mengaspal jalan lintas Pucok Reudeup-Balee sepanjang 2 kilometer di kecamatan tersebut.
Kondisi sebagian badan jalan masih berlumpur dan sebagian lainnya masih sulit dilalui kendaraan roda empat.
Sementara untuk memudahkan aktivitas warga, aparat desa setempat hanya bisa melakukan penyerakan kerikil di bagian jalan berlubang.
Sementara Pemerintah Aceh Barat tetap berkomitmen untuk melakukan pembangunan bagian jalan yang belum teraspal di kawasan Pucok Reudeup.
Pengaspalan jalan tersebut direncanakan direalisasi melalui usulan anggaran tahun 2021 mendatang, dengan harapan ada alokasi dana yang cukup nantinya.
Baca juga: BST Kemensos Berlanjut hingga Desember 2020, Ini Jumlah Penerima di Nagan Raya
Baca juga: Programkan Hafiz di Tiap Desa, Wakil Ketua DPRK Subulussalam Apresiasi Wali Kota Bintang
Baca juga: BREAKING NEWS - Banjir Bandang Terjang Aceh Tenggara, Puluhan Rumah Terendam
“Kita berharap kepada pemerintah untuk segera melakukan penanganan agar masyarakat di desa tersebut bisa menikmati hasil pembangunan seperti daerah lainnya,” harap Abu Bakar, anggota DPRK Aceh Barat kepada Serambinews.com, Sabtu (14/11/2020).
Disebutkan dia, selama ini warga sangat berharap agar jalan utama Desa Pucok Teudeup menuju ke ibu kota kecamatan sangat dilakukan pengerasan dan pengaspalan.
Keuchik Pucok Reudeup, Zubairi menyebutkan, sebagian badan jalan di daerah tersebut kini tidak bisa dilalui oleh kendaraan roda empat.
“Kita berharap badan jalan utama lintas Pucok Reudeup-Balee bisa segera ditangani dan dilakukan pengaspalan,” harap Zubairi.
Sementara itu, Dr Kurdi, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh Barat menjelaskan, pemerintah tetap akan melakukan prioritas pembangunan untuk kepentingan masyarakat banyak.
Menyangkut dengan pembangunan badan jalan desa, menurut Kurdi, tentunya akan dilakukan melalui usulan anggaran tahun 2021 mendatang.
Baca juga: Programkan Hafiz di Tiap Desa, Wakil Ketua DPRK Subulussalam Apresiasi Wali Kota Bintang
Baca juga: Ternyata Aceh belum Miliki Distributor Baja Krakatau Steel, Begini Rencana Vice President Ridho
Baca juga: VIDEO - Shalat JUMAT PERDANA di Shusha Setelah 28 Tahun Pendudukan Armenia
“Kita coba lihat ketersediaan anggaran 2020, berapa yang mampu ditangani. Melihat proyeksi anggaran tahun 2021, jauh berkurang sesuai hasil pemaparan tim TAPK," paparnya.
"Kita ada usulkan kurang lebih 1/2 kilometer di tahun 2021, mudah-mudahan ada tersedia anggaran yang cukup nantinya,” jelas Dr Kurdi.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/jalan-lintas-pucok-reudeup-rusak.jpg)