Minggu, 12 April 2026

Berita Pidie

Tanggulangi Konflik Gajah dengan Manusia di Pidie, Ini Langkah yang Dilakukan BKSDA

Sedangkan saat melakukan pengggiringan, selain tim BKSDA, juga melibatkan, FFI, Dinas Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk Provinsi Aceh

Penulis: Saiful Bahri | Editor: Mursal Ismail
Dokumen BKSDA
Tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh melalui Seksi Konservasi Wilayah I Lhokseumawe dan Resor Konservasi Wilayah 5 Sigli bersama sejumlah pihak terkait lainnya, pada 11-14 November 2020 telah melakukan upaya penanggulangan konflik gajah liar (Elephas Maximus Sumatranus) dengan manusia di Desa Paya Guci, Kecamatan Tangse, Pidie.   

Sedangkan saat melakukan pengggiringan, selain tim BKSDA, juga melibatkan, FFI, Dinas Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk Provinsi Aceh, serta Masyarakat Transmigrasi Paya Guci.

Laporan Saiful Bahri I Lhokseumawe

SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE - Tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh melalui Seksi Konservasi Wilayah I Lhokseumawe dan Resor Konservasi Wilayah 5 Sigli bersama sejumlah pihak terkait lainnyatelah melakukan upaya penanggulangan konflik gajah liar (Elephas Maximus Sumatranus) dengan manusia di Desa Paya Guci, Kecamatan Tangse, Pidie. 

Penanggulangan gajah ini dilakukan pada 11-14 November 2020.

Upaya penanggulangan sekitar 30-an ekor gajah liar tersebut dilakukan dengan penggiringan secara manual, yakni menggunakan bunyi-bunyian, baik mercon maupun meriam karbit ke arah kawasan hutan. 

Kepala BKSDA Aceh, Agus  Arianto SHut, dalam siaran pers, Minggu (15/11/2020), menyebutkan,  penanggulangan konflik melalui penggiringan secara manual ini, merupakan salah satu bentuk strategi jangka pendek penanganan konflik gajah liar dengan manusia.

Sedangkan saat melakukan pengggiringan, selain tim BKSDA, juga melibatkan, FFI, Dinas Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk Provinsi Aceh, serta Masyarakat Transmigrasi Paya Guci.

Baca juga: Rudapaksa terhadap Seorang Siswi di Aceh Utara Terjadi Dalam Ruang Kelas, Begini Kronologisnya

Baca juga: VIRAL Anak Beri Hadiah Kalung untuk Ibu yang Ulang Tahun, Reaksi Si Ibu Bikin Warganet Terharu

Baca juga: VIRAL Pesta Kehamilan Bikin Petaka, Istri Jatuh Tersungkur Ditabrak Teman, Suami Khawatirkan Janin

Disebutkan juga, dalam waktu dekat, pihaknya bersama FFI akan membentuk kelompok masyarakat peduli konflik gajah di Desa Paya Guci. 

Dijelaskan juga Gajah Sumatera merupakan salah satu jenis satwa liar yang dilindungi. 

Hal ini sesuai Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor : P.106/Menlhk/Setjen/Kum.1/12/2018 Tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor : 
P.20/Menlhk/Setjen/Kum.1/6/2018 Tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa Liar Yang Dilindung.

Berdasarkan The IUCN Red List of Threatened Species, satwa yang hanya ditemukan di Pulau Sumatera ini berstatus Critically Endangered atau spesies yang terancam kritis, berisiko tinggi punah di alam liar. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved