Sabtu, 25 April 2026

Pemerintah Aceh Tawarkan Pasar Digital

Pandemi Covid-19 membuat pertumbuhan ekonomi  dunia menjadi minus. Satu diantara yang terkena imbasnya adalah

Editor: hasyim
Serambinews.com
Dekranasda) Kabupaten Aceh Selatan, Senin (02/11/2020) menggelar pameran produk kerajinan tangan UMKM dalam rangka Rakerda Dekranasda Aceh 2020. 

* Solusi bagi Pelaku UMKM Ditengah Pandemi

BANDA ACEH - Pandemi Covid-19 membuat pertumbuhan ekonomi  dunia menjadi minus. Satu diantara yang terkena imbasnya adalah pelaku UMKM yang mengalami penurunan omzet dari 50-100 persen. Akibatnya, banyak pelaku usaha yang harus 'istirahat' sejenak dalam menjalankan usahanya yang menjadi sumber mata pencaharian selama ini.

"Salah satu solusi bagi UMKM dalam menghadapi pandemi ini ialah dengan menggunakan pasar digital yang disediakan oleh pemerintah pada laman web acehsell.co.id. Saat ini sudah diisi lebih dari 1.400 produk untuk dipasarkan," kata Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Aceh, Wildan mewakili Gubernur Aceh dalam seminar series UMKM Aceh dengan tema "Potensi UMKM dan IKM Aceh dalam Memenuhi Kebutuhan Pasar di Masa Pandemi".

Kegiatan yang dimoderatori oleh Dinaroe SE MBA Ak CA itu diisi oleh tiga pemateri yaitu Gubernur Aceh yang diwakilkan oleh Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Aceh, Wildan, Akademisi/Direktur UKM Center Unsyiah, Dr Iskandarsyah Madjid, serta Teuku Dharul Bawadi yang merupakan Ketua Asosiasi IKM Aceh. Acara yang berlangsung melalui Zoom dan Youtube Channel ini dibuka langsung oleh Wakil Rektor III Unsyiah, Banda Aceh, Ir Alfiansyah Yulianur BC, Sabtu (14/11/2020).

Wildan menambahkan hal ini menjadi bukti bahwa Pemerintah Aceh sudah berusaha merancang strategi terbaik untuk membantu pelaku UMKM. Dikatakannya beberapa solusi lain juga ditawarkan seperti bantuan sosial dari pemerintah nasional dan kebijakan moneter dengan memberikan insentif pengurangan pajak.

Sementara Akademisi/Direktur UKM Center Unsyiah, Dr Iskandarsyah Madjid mengaku prihatin dengan adanya pandemi ini, karena daya beli masyarakat rendah hingga memberi dampak negatif bagi seluruh para pelaku UMKM.

Namun, ia yakin pelaku UMKM pasti mampu membantu meningkatkan perputaran ekonomi jika saling membantu untuk membuka pasar yang lebih jauh, sehingga produk-produk mereka mampu dijual dengan jangkauan yang lebih luas.

Hal senada juga disampaikan Bawadi, ia mengatakan UMKM-IKM Aceh harus dapat bersatu dan saling berkolaborasi antar Instansi. Kemudian, dukungan dari pemerintah terhadap UMKM-IKM juga sangat berpengaruh besar dalam memajukan ekonomi Aceh.

Seminar nasional tersebut juga sekaligus menjadi pembukaan untuk acara Enfest Inkubator yang diadakan mulai 14 November hingga 5 Desember 2020.

Meskipun dilaksanakan secara daring, kegiatan ini tetap disemarakkan dengan berbagai kegiatan menarik yakni Webinar terkait UMKM, Youngpreneur, Ekonomi Kreatif, Kewirausahaan Mahasiswa, Internasional, dan Entrepreneurship. Kemudian ada juga Workshop Business Case serta perlombaan menarik seperti Business Case, Make Up, dan Photography competition. Dan di penghujung acara nanti, Inkubator akan mempersembahkan Virtual City Tour dan Talkshow Pariwisata.

Melalui kegiatan ini diharapkan dapat menjadi aksi nyata dari UKM Inkubator dalam membantu program pemerintah untuk terus aktif berinovasi di masa pandemi, serta  mengajak seluruh kalangan masyarakat agar tetap semangat dan terus belajar meningkatkan bisnisnya supaya dapat menjadi sosok wirausahawan yang mandiri, kreatif, inovatif dan berkarakter mulia.(una)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved