Jumat, 24 April 2026

Berita Internasional

Trans Continent Bahas Dagang Aceh-Turkey

konektivitas antara Port Klang dan Aceh akan membuka peluang besar untuk menjalin hubungan dagang ke pasar global, termasuk dengan Turkiye

Editor: mufti
for serambinews/SERAMBI/ ZAINAL ARIFIN M NUR
BERTEMU PENGUSAHA TURKIYE - CEO PT Trans Continent Ismail Rasyid, bertemu rekan bisnisnya dari Turkiye, Mustafa Aydin, Chairman Aykar Shipping Company, pada acara Annual Global Meeting (AGM) 2026 di Hotel Sheraton Hanoi Vietnam, Kamis (23/4/2026). Dalam kesempatan yang sama, Ismail Rasyid, juga bertemu rekan bisnisnya dari India, Heeru Ahuja, Assistant General Manager Teamworld Logistics Pvt Ltd.(insert) 

Ringkasan Berita:
  • CEO PT Trans Continent sekaligus Sekretaris Jenderal DEA, Ismail Rasyid, Aceh kini juga membuka ruang dialog dagang dengan Turkey
  • Konektivitas antara Port Klang dan Aceh akan membuka peluang besar bagi Aceh untuk menjalin hubungan dagang ke pasar global, termasuk dengan Turkiye, China, dan India
  • Kita berharap ke depan Aceh bisa mengekspor langsung hasil alam melalui pelabuhan di Aceh ke pasar global, sehingga memberi nilai tambah bagi masyarakat dan Pemerintah Aceh

“Kita berharap ke depan Aceh bisa mengekspor langsung hasil alam melalui pelabuhan di Aceh ke pasar global, sehingga memberi nilai tambah bagi masyarakat dan Pemerintah Aceh,” Ismail Rasyid, CEO PT Trans Continent 

SERAMBINEWS.COM, HANOI - Setelah membahas peluang kerja sama dengan Infinity Logistics & Transport Malaysia, CEO PT Trans Continent sekaligus Sekretaris Jenderal Dewan Ekonomi Aceh (DEA), Ismail Rasyid, menegaskan bahwa Aceh kini juga membuka ruang dialog dagang dengan Turkey.

Dalam forum bisnis internasional Globalink dan Global Value Network Annual Meeting di Hanoi, Vietnam, Kamis (23/4/2026), Ismail Rasyid membahas peluang ekspor impor dan hubungan dagang bersama rekan bisnisnya dari Turkiye, Mustafa Aydin, Chairman Aykar Shipping Company.

Ismail Rasyid menegaskan bahwa terciptanya konektivitas antara Port Klang dan Aceh akan membuka peluang besar bagi Aceh untuk menjalin hubungan dagang ke pasar global, termasuk dengan Turkiye, China, dan India.

Melalui skema ini, semua barang dari Aceh akan ditransitkan terlebih dahulu ke Port Klang sebagai hub utama. Di sana, barang-barang tersebut akan disatukan dengan komoditas dari berbagai daerah lain di Indonesia, Malaysia, maupun negara lain, sebelum diekspor ke berbagai negara tujuan.

Sebaliknya, barang impor dari berbagai negara yang dibutuhkan pengusaha dan pelaku UMKM Aceh juga akan melalui jalur yang sama. Produk-produk tersebut akan dikonsolidasikan di Port Klang bersama barang lain, lalu dibawa masuk ke Aceh. 

Dengan demikian, pembicaraan yang dilakukan Ismail Rasyid dengan pengusaha dari Turkiye, China, India, dan negara lain, sesungguhnya bertujuan untuk menghidupkan perdagangan Aceh melalui jalur Port Klang.

Saat ini, pengiriman barang dari Aceh ke luar negeri masih terbatas melalui Pelabuhan Belawan di Sumatera Utara atau lewat Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM), biasanya dalam jumlah kecil di bawah 5 ton. 

Kehadiran konektivitas langsung via Port Klang akan menjadi terobosan penting. Aktivitas pelabuhan di Aceh akan kembali hidup, dan yang lebih krusial, pajak ekspor-impor akan masuk langsung ke Aceh, bukan lagi melalui daerah lain.

CEO PT Trans Continent Ismail Rasyid selama beberapa hari di Hanoi Vietnam membahas serius peluang dan tantangan untuk segera mewujudkan konektivitas pelabuhan Aceh dengan Port Klang Malaysia, hubungan dengan Turkey, India, dan China.

Pada, Kamis (23/4/2026), Ismail Rasyid melakukan diskusi mendalam dengan Chief Operating Officer (COO) PT Trans Continent, Alan Mclare, di sela-sela Annual Global Meeting (AGP) 2026 Globalink & Global Value Network, di Hotel Sheraton Hanoi Vietnam, Kamis 23 April 2026.

Sehari sebelumnya, di tempat yang sama, Ismail Rasyid bersama Alan dan Jibril Gibran juga sudah berdiskusi dengan James Ku, GM Infinity Logistics & Transport Sdn, Bhd, perusahaan logistik dan cargo besar asal Malaysia.

Pertemuan Ismail Rasyid dengan pihak Infinity Logistics & Transport Malaysia dalam forum bisnis di Hanoi, Vietnam, menghasilkan kesepakatan positif. Perusahaan logistik besar asal Malaysia itu menyatakan siap mendukung rencana ekspor-impor langsung melalui pelabuhan Aceh menuju Port Klang, Malaysia dan sebaliknya.

Annual Global Meeting di Hanoi Vietnam yang berlangsung dari, Senin hingga Kamis (20-23/4/2026) ini, diikuti sekitar 150 pengusaha multimoda transportasi dari berbagai negara.

“Kita berharap ke depan Aceh bisa mengekspor langsung hasil alam melalui pelabuhan di Aceh ke pasar global, sehingga memberi nilai tambah bagi masyarakat dan Pemerintah Aceh,” kata Ismail Rasyid.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved