Breaking News:

KTT ASEAN

Presiden Jokowi Dorong Kemitraan ASEAN-Selandia Baru di Pasifik

Indonesia dan ASEAN ingin memperkuat kemitraan dengan negara-negara Pasifik Selatan, termasuk di bidang perikanan dan perubahan iklim.

Editor: Taufik Hidayat
Biro Pers Istana Presiden-Anadolu Agency
Presiden Joko Widodo menghadiri KTT ASEAN ke-37 secara virtual di Istana Bogor. 

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN-Selandia Baru yang digelar secara virtual melalui konferensi video dari Istana Kepresidenan Bogor, Sabtu.

Pada awal sambutannya Presiden Jokowi mengucapkan selamat atas terpilihnya kembali Jacinda Ardern sebagai Perdana Menteri (PM) Selandia Baru.

"Saya ingin mulai dengan menyampaikan ucapan selamat atas mandat baru PM Jacinda sebagai PM Selandia Baru," ujar Jokowi dalam pernyataan resmi Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden, di Bogor.

Presiden Jokowi dalam sambutannya mendorong penguatan kemitraan ASEAN-Selandia Baru dalam beberapa isu.

"Hari ini ASEAN–Selandia Baru merayakan 45 tahun kemitraannya. Ke depan, saya ingin kemitraan kita dapat diperkuat terutama di beberapa isu,” kata Presiden.

Pertama, Presiden Jokowi mendorong agar kemitraan di Pasifik diperkuat.

Menurut Presiden, hubungan Selandia Baru dengan negara-negara Pasifik Selatan cukup kuat.

Untuk itu, kata dia, Indonesia dan ASEAN juga ingin memperkuat kemitraan dengan negara-negara Pasifik Selatan.

"Hubungan baik kita dapat kita gunakan untuk perkuat kemitraan dengan Pasifik Selatan termasuk di bidang perikanan dan perubahan iklim,” kata Jokowi.

ASEAN Outlook on the Indo-Pacific tentunya dapat dijadikan pijakan bagi pengembangan kerja sama dengan Pasifik Selatan, jelas dia.

Kedua, Kepala Negara memandang ASEAN-Selandia Baru perlu memperkuat kerja sama penguatan multilateralisme.

Upaya penguatan multilateralisme tersebut penting sekali untuk dilakukan bersama-sama, tambah Jokowi.

"Kita harus pastikan, _multilateralism delivers for all_," imbuh dia.

Ketiga, kata Jokowi, sebagai salah satu perwujudan multilateralisme, maka ASEAN-Selandia Baru perlu memperkuat integrasi ekonomi kawasan yang saling menguntungkan.

Oleh karena itu, sambung dia, Indonesia menyambut baik keputusan Selandia Baru untuk menandatangani Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP).(AnadoluAgency)

Baca juga: Bertambah 4.106 Kasus, Covid-19 di Indonesia Tertinggi di Asia Tenggara

Baca juga: Polisi Angkat Bicara Soal Dari Mana Pelaku Dapatkan Video Syur Mirip Gisel dan Alasan Menyebarkan

Baca juga: 3 Warna Rumah yang Bikin Depresi, Paling Banyak Digunakan, Simak Penjelasan Pakar

Baca juga: Israel Terus Maju Bangun Perumahan Baru di Jerusalem Timur, Jelang Berakhirnya Masa Tugas Trump

Baca juga: Tata Cara dan Niat Sholat Dhuha, Ini Penjelasan Ustadz Abdul Somad UAS

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved