Jumat, 10 April 2026

Kesehatan

Gejala Kanker Rahim Pada Wanita, Kenali Sebelum Terlambat dan Membahayakan

Penyakit ini muncul akibat tumbuhnya sel abnormal dalam tubuh hingga menyerang jaringan tubuh yang sehat.

Editor: Nur Nihayati
Google/Net
Ilustrasi 

Penyakit ini muncul akibat tumbuhnya sel abnormal dalam tubuh hingga menyerang jaringan tubuh yang sehat.

SERAMBINEWS.COM - Kanker rahim salah satu jenis penyakit diderita kaum hawa.

Banyak sekali jenis kanker di dunia ini.

Kanker bisa tumbuh kapan saja dan bisa dialami oleh siapa saja, terutama oleh kaum perempuan.

Kanker juga dikenal sebagai salah satu penyakit penyebab kematian tertinggi di dunia.

Penyakit ini muncul akibat tumbuhnya sel abnormal dalam tubuh hingga menyerang jaringan tubuh yang sehat.

Salah satu jenis kanker yang kerap menyerang kaum perempuan adalah kanker rahim.

Baca juga: Hingga Hari ke-6, Belum Ada Pelamar yang Mendaftar Lelang Jabatan di Pemko Subulussalam

Baca juga: Kemendagri Optimis Target Partisipasi Pemilih 77,5 Persen Dapat Tercapai

Baca juga: Simak, Doa Agar Husnul Khotimah, Lengkap dengan Ciri-cirinya, Amalkan Setiap Hari

Kanker rahim menjadi salah satu penyakit yang ditakuti oleh kaum hawa karena kesuburan dan nyawa menjadi taruhannya.

Oleh karena itu, kamu perlu mengenali tanda dari kanker rahim agar bisa segera memeriksakannya ke dokter dan mendapatkan penanganan yang tepat.

Melansir dari alodokter.com, rahim merupakan bagian dari organ reproduksi wanita.

Fungsi utamanya adalah sebagai tempat tumbuh dan berkembangnya janin sebelum dilahirkan.

Sayangnya, sel-sel kanker yang muncul pada organ ini bisa membuat seorang wanita kehilangan rahim.

Faktor Risiko dan Penyebab Kanker Rahim

Meski penyebab kanker rahim belum diketahui secara pasti, ada beberapa faktor yang mungkin bisa meningkatkan risiko wanita terkena penyakit ini, yaitu:

Memiliki berat badan berlebih.
Berusia 60 tahun ke atas.
Mendapat menstruasi pertama sebelum usia 12 tahun.
Menderita diabetes dan tekanan darah tinggi.
Memiliki keluarga yang menderita kanker rahim.
Pernah menjalani terapi radiasi pada panggul.
Menderita tumor ovarium atau sindrom ovarium polikistik.
Mengonsumsi obat hormon estrogen tanpa progesteron, atau mengonsumsi obat tertentu, seperti tamoxifen untuk mengobati kanker payudara.
Faktor-faktor risiko di atas tidaklah mutlak, karena ada juga wanita yang masuk dalam daftar tersebut tapi tidak menderita kanker rahim.

Sumber: Tribun Cirebon
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved