Selasa, 21 April 2026

Internasional

Pakistan Blokir Demonstran Anti-Prancis Memasuki Islamabad

Pemerintah Pakistan menutup jalan utama ke ibu kota Islamabad untuk hari kedua pada Senin (16/11/2020).

Editor: M Nur Pakar
AFP/Aamir QURESHI
Aktivis dan pendukung Tehreek-e-Labbaik Pakistan (TLP), sebuah partai keagamaan, berkumpul di depan peluru gas air mata kosong yang ditembakkan polisi dalam demonstrasi anti-Prancis di luar Kota Islamabad, Senin (16/11/2020) 

Perdana Menteri Imran Khan menuduh presiden Prancis menyerang agama Muslim.

Dia mendesak negara-negara Islam untuk bekerja sama untuk melawan apa yang disebut penindasan yang tumbuh di Eropa.

Penodaan agama adalah masalah yang sangat kontroversial di Pakistan yang ultra-konservatif.

Di mana siapapun yang dianggap telah menghina Islam atau tokoh Islam dapat menghadapi hukuman mati.

Kelompok hak asasi telah mendesak negara tersebut untuk mereformasi undang-undang penistaan.

Kkarena sering disalahgunakan untuk menyelesaikan dendam pribadi.

Pawai hari Minggu (15/11/2020) diorganisir oleh ulama garis keras Khadim Hussain Rizvi.

Partainya, Tehreek-e-Labbaik Pakistan (TLP), dikenal karena protes kekerasan atas masalah tersebut.

Pada tahun 2018, negara itu dilumpuhkan oleh aksi unjuk rasa TLP.

Menyusul pembebasan wanita Kristen Asia Bibi, yang dituduh tidak menghormati Nabi Muhammad.(*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved