Selasa, 14 April 2026

Malaysia Mulai Terima Pasien Berobat, Hanya untuk Rumah Sakit Tertentu

Pemerintah Malaysia mulai menerima kunjungan pasien dari Indonesia yang ingin berobat atau memeriksakan diri

Editor: bakri
The Guardian/AP/Joshua Paul
Menara Kembar Petronas, Kuala Lumpur, Malaysia. 

BANDA ACEH - Pemerintah Malaysia mulai menerima kunjungan pasien dari Indonesia yang ingin berobat atau memeriksakan diri. Tetapi kunjungan hanya bisa dilakukan pada rumah sakit tertentu yang sudah ditetapkan, serta harus melalui prosedur yang ketat.

Hal itu terungkap dalam web seminar Tourism Malaysia Medan yang bertajuk ‘Malaysia Healthcare Promo 2020-2021', yang berlangsung pada Jumat (13/11/2020) lalu, dan hal itu juga dibenarkan Konsul Pelancongan Malaysia, Direktur Tourism Malaysia Medan, Hishamuddin Mustafa, saat dikonfirmasi ulang Serambi, Rabu (18/11/2020).

“Mulai tahun ini sudah bisa (berobat ke Malaysia, tetapi dengan mematuhi syarat-syarat yang ditentukan,” katanya. 

Persyaratan dimaksud meliputi di antaranya harus lulus tes PCR (swab test) Covid-19 tiga hari sebelum keberangkatan, dan hanya untuk tujuan ke rumah sakit yang terdaftar di bawah keanggotaan Malaysia Healthcare Travel Council (MHTC).

Ia menyebutkan, terdapat 76 rumah sakit yang terdaftar di bawah keanggotaan MHTC, namun tidak semua rumah sakit itu dapat menerima pasien. Di antara yang bisa menerima pasien yaitu, Sunway Medical Centre, KPJ Damansara Specialist Hospital, KPJ Ampang Puteri Specialist Hospital, Sophea Fertility, Gleneagles Kuala Lumpur, Pantai Hospital Kuala Lumpur.

Rumah sakit lainnya: Institut Jantung Negara, Prince Court Medical Centre, Thomson Hospital Kuala Lumpur, Cardiac Vascular Sentral Kuala Lumpur, Sunfert International, Mahkota Medical Centre Regency Hospital, KPJ Johor Specialist Gleneagles Medini, dan Alpha IVF & Women's Specialists. “Daftar rumah sakit itu sewaktu-waktu dapat berubah,” imbuh Hishamuddin Mustafa.

Disamping itu, pasien dari Indonesia yang ingin berobat ke Malaysia juga dapat langsung menghubungi rumah sakit anggota MHTC. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi perwakilan MHTC Indonesia di alamat email callcentre.IDN@mhtc.org.my dan dapat menghubungi via whatsapp di nomor 081289710029. “Pihak perwakilan  MHTC Indonesia dapat membantu memberikan info proses masuknya wisatawan kesehatan (pasien) ke Malaysia,” ujarnya.

Travel Buble

Direktur Tourism Malaysia Medan, Hishamuddin Mustafa, juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Malaysia saat ini tengah mempertimbangkan koridor perjalanan terbatas bagi Indonesia atau yang disebut dengan ‘travel buble’ pada 2021.

Dengan demikian, nantinya pelancong dari Indonesia bisa bebas keluar masuk Malaysia, tetapi terbatas pada area atau distinasi tertentu yang sudah ditetapkan. Tetapi untuk mewujudkan itu, salah satu syaratnya adalah jika pemerintah Indonesia mampu menekan angka penyebaran Covid-19.

“Jika pemerintah Indonesia mampu menekan angka penyebaran Covid-19 secara signifikan, Pemerintah Malaysia akan mempertimbangkan koridor perjalanan terbatas bagi Indonesia pada tahun 2021 mendatang,” ungkap Hishamuddin Mustafa.

Sementara itu, Direktur Market Development (Indonesia) Malaysia Healthcare, Farah Delah Suhaimi, dalam presentasinya di acara web binar menjelaskan, ada SOP (Standard Operating Procedure) yang wajib diikuti oleh wisatawan kesehatan (pasien) dari Indonesia yang ingin masuk ke Malaysia.

Di antaranya, wajib menjalani karantina 14 hari di rumah sakit yang dituju, pasien dan pendamping wajib menjalani tiga kali tes PCR (swab test), dimana tes pertama sebelum tiba di Malaysia, tes kedua setiba di Malaysia, dan tes ketiga di hari ke-13 karantina.

“Untuk pasien dewasa diperkenankan satu orang pendamping, pasien anak-anak/pediatrik di bawah usia 12 tahun diperkenankan maksimal dua orang pendamping,” sebutnya.

Lalu bagaimana dengan moda transportasi, mengingat saat ini belum ada penerbangan dari Indonesia ke Malaysia? Terkait hal ini, Farah Delah Suhaimi menjelaskan, moda transportasi yang dibenarkan adalah pesawat khusus/private jet atau ambulans udara dan chartered kapal feri.

“Setiba di Malaysia, rumah sakit anggota MHTC (Malaysia Healthcare Travel Council) akan menyediakan transportasi langsung dari terminal kedatangan sampai menuju ke rumah sakit,” jelasnya.(una)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved