Rabu, 6 Mei 2026

Berita Bireuen

Pedagang Mengaku Rugi Jutaan Rupiah Akibat Timbangan Bermasalah

Teknisi timbangan ini mengaku sering menemukan alat timbangan rusak, tetapi kerusakannya tidak kelihatan.

Tayang:
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Taufik Hidayat
Serambinews.com
M Jamil, teknisi mesin timbangan, Kamis (19/11/2020) sedang memperbaiki salah satu timbangan dalam kegiatan tera ulang timbangan pedagang di Juli Bireuen. 

Laporan Yusmandin Idris | Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN - Ada seorang pedagang di Pidie yang sering membeli gabah suatu saat mengaku mengalami kerugian mencapai Rp 40 juta, ada pedagang di Peusangan mengaku rugi mencapai jutaan rupiah.dan beberapa lainnya rugi ratusan ribu, penyebabnya alat timbangan tidak  normal lagi atau sudah rusak.

“Sekilas saat tidak ada benda yang ditimbang, posisi pisau memperlihatkan  tanda normal berada pada titik yang benar, namun saat.barang ditimbang terjadi kelebihan takaran timbangan,” ujar  Jamil Ismail (49) seorang teknisi perbaikan timbangan dari Banda Aceh sedang bersama tim Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan UKM Bireuen, Kamis (19/11/2020).

Jamil yang sudah 28 tahun lebih sebagai teknisi timbangan dan sering dipanggil ke Bireuen maupun daerah lainnya mengaku sering menemukan alat timbangan rusak, tetapi tidak kelihatan rusaknya.

Jamil menceritakan, ia tidak ingat nama seorang pedagang di Pidie, suatu musim
panen, ia membeli gabah dalam jumlah besar, banyak petani menjual gabahnya ke tempat usahanya.

Setelah dua hari membeli gabah, ia menjual ke pedagang besar, ternyata dalam catatan pembukuan terjadi perbedaan mencolok dengan timbangan yang digunakan pedagang lain, akhirnya ia menyadari timbangannya rusak.

“Timbangan segera dibawa kepada kami saat melakukan tera ulang ternyata saat diperiksa terjadi kelebihan 3,5 kilogram pada setiap benda yang ditimbang. Kerugian saat itu menurut pengakuan pedagang di Pidie tersebut bukan keuntungan yang diperoleh  tapi kerugian mencapai Rp 40 juta sekali musim panen,” ujarnya.

Dua hari lalu, kata Jamil, ia mendapatkan satu timbangan rusak dari Peusangan, pedagang tersebut mengaku heran banyak orang menjual padi padanya walaupun harganya sedikit rendah dari yang dibeli pedagang lain.

Pengakuan pedagang, katanya, setiap hari ramai orang menjual gabah maupun barang lainnya ke tempat usahanya, ia tidak menyadari timbangannya rusak atau ukuran lebih dibandingkan berat barang yang ditimbang pada timbangan milik pedagang lainnya.

Pedagang tersebut membawa timbangan pada tim tera ulang, setelah diperiksa dengan alat khusus pisau penanda ukuran tidak stabil lagi, pada posisi kosong mata pisau normal, setelah ada benda yang ditimbang posisi mata pisau tidak pas, sehingga terjadi kelebihan berat pada barang yang ditimbang.

“Setelah dijelaskan keadaan timbangan dan takaran lebih, pedagang tersebut mengaku rupanya itu sebabnya banyak masyarakat menjual barang kepadanya karena berat barang yang ditimbang berlebih 3,5 kilogram,” ujar Jamil.

Setelah timbangan diperbaiki, pedagang mengaku lega, ia tidak rugi lagi dalam aktivitas jual beli.

Begitu juga pada timbangan yang angka timbangan kurang dibandingkan berat barang banyak ditemukan, timbangan rusak ringan perbaikannya tidak lama, sedangkan timbangan rusak berat perbaikan butuh satu jam lebih, ujar M Jamil warga Lambaro Skep, Banda Aceh selaku teknisi khusus timbangan dan sering diundang untuk melakukan tera ulang.

Ditambahkan, ketika timbangan kurang, konsumen sering menuduh pedagang mengurangi takaran, padahal timbangan sudah rusak.(*)

Baca juga: Disperdagperinkop Bireuen Lakukan Tera Ulang Timbangan Milik Pedagang

Baca juga: Pembunuh Tukang Bakso yang Kubur Mayat di Kontrakan Ternyata Adiknya, Pelaku Juga Kubur Korban Lain

Baca juga: CPNS yang Baru Lulus Akan Mulai Bertugas Januari 2021, BKPSDM Segera Usulkan NIP ke BKN

Baca juga: Unik, Anak Ini Menempel Plester Luka ke Tempat Tidur Setelah Terjatuh, Ditonton Netizen 5 Juta Kali

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved