Selasa, 2 Juni 2026

Berita Pidie

Akibat Perjanjian Kerjasama PMI dengan RSUD Sigli tak Jalan, Warga Bawa Kantong Darah ke Warkop

Tapi, lanjut Marzuki, keluarga pasien justru pergi ke pasar atau nongkrong di warung kopi (warkop) dengan kantong berisi darah di tangan.

Tayang:
Penulis: Muhammad Nazar | Editor: Nurul Hayati
SERAMBINEWS.COM/ MUHAMMAD NAZAR
Ruang simpan darah di RSUD Tgk Chik Di Tiro Sigli, Pidie. 

Tapi, lanjut Marzuki, keluarga pasien justru pergi ke pasar atau nongkrong di warung kopi (warkop) dengan kantong berisi darah di tangan. Menurutnya, kasus warga membawa kantong berisi darah ke pasar maupun duduk di warkop sering ditemukan relawan PMI Pidie.

Laporan Muhammad Nazar I Pidie

SERAMBINEWS.COM, SIGLI -  Perjanjian Kerjasama (PKS) antara UTD PMI Pidie dengan RSUD Tgk Chik Di Tiro Sigli, menyangkut jemput darah dilakukan petugas belum jalan.

Akibatnya, jemput darah di PMI Pidie masih dilakukan keluarga pasien. 

Padahal, dalam PKS jemput darah di PMI Pidie tidak boleh dilakukan keluarga pasien.

"Sebab, keluarga pasien tidak langsung mengantar darah ke pasien di rumah sakit, usai diambil di PMI Pidie," jelas Sekretaris PMI Pidie, Marzuki SHi MH, kepada Serambinews.com, Sabtu (21/11/2020).

Tapi, lanjut Marzuki, keluarga pasien justru pergi ke pasar atau nongkrong di warung kopi (warkop) dengan kantong berisi darah di tangan.

Menurutnya, kasus warga membawa kantong berisi darah ke pasar maupun duduk di warkop sering ditemukan relawan PMI Pidie.

Baca juga: Begini Cara Menyimpan Cabai yang Benar di Kulkas, Bisa Tahan Dua Bulan

"Tidak bagus kantong berisi darah di bawa ke mana-mana. Idealnya usai diambil langsung dibawa ke rumah sakit, meski darah itu belum digunakan untuk pasien," jelasnya.

Tak hanya itu, sebut Marzuki, untuk membantu keluarga pasien yang ditimpa musibah.

Lebih-lebih keluarga pasien miskin, terpaksa mengeluarkan ongkos membayar tukang ojek.

Sebagian warga yang belum pernah ke PMI Pidie, terkadang tersesat karena tidak tahu alamatnya.

Untuk itu, sebutnya, PMI Pidie dan RSUD Sigli harus menguraikan masalah tersebut.

PKS yang telah ditandatangani bersama harus dijalankan.

Sebab, belum adanya aturan yang jemput darah keluarga pasien.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved