Selasa, 2 Juni 2026

Buku ‘Ala Aminullah Perangi Rentenir’ Segera Dibedah

Kiprah Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman dalam memberangus praktek rentenir di Banda Aceh telah di­bukukan

Tayang:
Editor: bakri
FOTO HUMAS PEMKO BANDA ACEH
Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman bersama Rektor Unsyiah Prof Samsul Rizal dan Dekan FEB Prof Nazir Azis memperlihatkan buku ‘Ala Aminullah Perangi Rentenir’, di ruang Rektor Unsyiah, Jumat (20/11/2020). 

*  Rektor Unsyiah: Semoga Jadi Contoh bagi Daerah Lain

BANDA ACEH - Kiprah Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman dalam memberangus praktek rentenir di Banda Aceh telah di­bukukan. Buku yang diberi judul ‘Ala Aminullah Perangi Rentenir’ ini akan beredar di masyarakat karena akan segera dibedah. Hal ini mengemuka saat Aminullah menyambangi Biro Rektor Unsy­iah bersama Kepala Bappeda, Weri dan Kabag Humas, Said Fauzan SSTP MA.

Kedatangan Aminullah untuk menyerahkan buku yang diterbitkan Bandar Publishing tersebut untuk Prof Samsul Rizal. Selain untuk rektor, buku ini juga diberikan untuk Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Prof Nasir Aziz.

Kegiatan bedah buku Ala Aminullah Perangi Rentenir diren­canakan akan dilakukan pada 26 September nanti, dimana Prof Samsul juga ikut menjadi salah-satu pembicara.

Dalam kesempatan ini, Prof Samsul menyampaikan apresiasi terhadap tekad dan kerja keras yang telah ditunjukkan Ketum MES Aceh dalam memerangi prakter riba di ‘Kota Gemilang’. “Mungkin banyak juga para pen­gambil kebijakan selama ini ber­bicara soal rentenir, tapi sejauh ini hanya Aminullah yang telah membuktikan,” ungkap Prof Samsul.

Menurutnya, Wali Kota Ban­da Aceh itu bukan hanya sekedar mengimbau masyarakatnya menjauhi rentenir, tapi juga membangun sebuah Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS) yang diberi nama Mahirah Muamalah Syariah. “Lewat bank mikro ini Aminullah memberi bantuan modal usaha untuk masyarakat kecil, dengan otomatis mereka menjauhi rentenir,” kata pak rektor.

Rektor Unsyiah ini kemudian berharap apa yang telah ditunjukkan Mantan Dirut Bank Aceh itu dapat diikuti oleh para pengambil kebijakan yang lain agar suatu saat Bumi Aceh bebas dari praktek-praktek riba yang menyengsarakan masyarakat kecil. “Saya berharap para pengambil kebi­jakan, bupati atau wali kota di seluruh Aceh juga melakukan hal serupa agar Aceh ini bebas dari rentenir,” harap Prof Samsul.(hba/*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved