Berita Lhokseumawe
Guru Lhokseumawe Bukukan Kisah Dakwah Sultan Malikussaleh Sampai Kunjungan Tokoh Dunia ke Aceh
Dalam buku setebal 108 halaman tersebut, Hamdani juga mengisahkan tentang tokoh dunia yang pernah berkunjung ke Samaudra Pasai, seperti Ibnu Bathutah.
Penulis: Jafaruddin | Editor: Nurul Hayati
Dalam buku setebal 108 halaman tersebut, Hamdani juga mengisahkan tentang tokoh dunia yang pernah berkunjung ke Samaudra Pasai, seperti Ibnu Bathutah.
Laporan Jafaruddin I Aceh Utara
SERAMBINEWS.COM,LHOKSUKON – Kisah jejak dakwah Sultan Malikussaleh yang merupakan Sultan pertama kerajaan Islam pertama di Nusantara, yaitu Samudera Pasai, kini sudah dapat dibaca dalam buku yang ditulis Hamdani Mulya, guru SMAN 1 Lhokseumawe.
Dalam buku setebal 108 halaman tersebut, Hamdani juga mengisahkan tentang tokoh dunia yang pernah berkunjung ke Samaudra Pasai, seperti Ibnu Bathutah.
Serta merekam jejak peninggalan sejarah seperti etnografika, filologika, numismatika, dan historika koleksi Museum Islam Samudra Pasai.
“Buku ini berkisah jejak kegemilangan sejarah Kerajaan Samudra Pasai,” tulis Hamdani dalam siaran pers yang diterima Serambinews.com, Sabtu (21/11/2020).
Disebutkan, buku jejak Dakwah Sultan Malikussaleh dapat dijadikan sebagai referensi pembelajaran sejarah bagi siswa, mahasiswa, serta dosen.
Selain itu, buku tersebut ditulis agar para generasi muda memahami bagaimana sejarah nenek moyang dulu .
Baca juga: Sah Jadi Suami Istri, Sule Malah Tak Bisa Tidur, Sule Akui Nathalie Sangat Luar Biasa
“Nenek moyang kita dulu merupakan keturanan bangsa yang disegani dan dihormati oleh bangsa-bangsa luar," ungkap pria Kelahiran 10 Mai 1979 di Desa Paya Bili, Kecamatan Meurah Mulia, Aceh Utara.
Buku tersebut layak menjadi rujukan guru sejarah, siswa, dosen, dan mahasiswa sebagai panduan pembelajaran sejarah di tanah air.
"Sultan Malikussaleh adalah seorang pemimpin, negarawan sejati. Di bawah kepemimpinannya, Kerajaan Samudra Pasai mencapai puncak kemajuan, Aceh gemilang dengan kemajuan peradaban ilmu pengetahuan yang tinggi,” kata Hamdani.
Untuk melestarikan khazanah tamadun peninggalan bersejarah itulah, Hamdani termotivasi buku tersebut.
Buku itu diterbitkan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh, setelah lulus seleksi naskah oleh para ahli.
Buku tersebut, mulai meluncur pada November 2020.
LulusanUniversitas Syiah Kuala tahun 2003 ini mengaku, sangat tertarik menulis sejarah Samudra Pasai sebagai tanda cinta kepada tanah leluhurnya.
“Terima kasih saya ucapkan kepada Bapak Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh, kepada Bapak Imam Muhajir yang telah memproses buku sampai terbit, dan kepada semua pihak yang mendukung terbitnya buku ini," pungkas Pak Ham-- sapaan guru tersebut. (*)
Baca juga: Akibat Perjanjian Kerjasama PMI dengan RSUD Sigli tak Jalan, Warga Bawa Kantong Darah ke Warkop
Teks Foto
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/hamdani-mulya-guru-sman-1-lhokseumawe.jpg)