Senin, 18 Mei 2026

Berita Aceh Jaya

Desa Wisata Nilam Rintisan Ranto Sabon Masuk 20 Besar Program Pendampingan Terbaik Nasional

Desa Wisata Nilam Ranto Sabon menjadi salah satu dari 20 pendampingan perguruan tinggi desa wisata terbaik nasional

Tayang:
Penulis: Yarmen Dinamika | Editor: Muhammad Hadi
FOR SERAMBINEWS.COM
Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) melalui pendampingan desa wisata berhasil mengantarkan Desa Wisata Nilam Ranto Sabon menjadi salah satu dari 20 pendampingan perguruan tinggi desa wisata terbaik nasional 

Laporan Yarmen Dinamika l Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, CALANG - Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) melalui pendampingan desa wisata berhasil mengantarkan Desa Wisata Nilam Ranto Sabon menjadi salah satu dari 20 pendampingan perguruan tinggi desa wisata terbaik nasional.

Program pendampingan ini merupakan salah satu program dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) berkerja sama dengan perguruan tinggi di seluruh Indonesia.

Sebagai tindak lanjut dari nominasi tersebut tim juri dari Kemenparekraf berkunjung ke Ranto Sabon hari Minggu (22/10/2020) meskipun masih dalam masa pandemi Covid-19, untuk menilai lokasi desa wisata.

Para tamu disambut dengan tarian Ranup Lampuan dan hidangan hasil masakan ibu-ibu di desa setempat.

Ranto Sabon merupakan desa wisata rintisan yang berbasis edukasi nilam. 

Salah seorang tim dewan juri dari Kemenpar dan Ekraf, Budi Setiawan, berpesan, "Kolaborasi merupakan kunci sukses sebuah program desa wisata."

Baca juga: Kisah Driver Ojol Hendak Jemput Wanita Rohingya, Pinjam Uang Mertua Karena Tergiur Bayaran Rp 6 Juta

Ia juga menyebut bahwa ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam membekali masyarakat agar dapat mempersiapkan diri menjadi bagian dari desa wisata.

Di antaranya yang utama adalah fasilitas homestay dan toilet, serta kuliner yang lezat dan higienis.

Sementara itu, juri lainnya, Heryadi Darmawan mengapresiasi prestasi 20 besar nasional yang diraih Unsyiah melalui desa wisata nilam di Aceh Jaya.

"Desa wisata nilam yang langsung masuk 20 besar pada tahun pertama berpartisipasi dalam program ini adalah sebuah prestasi yang luar biasa.

Namun, masih ada banyak pekerjaan rumah Bapak-Ibu untuk terus mendampingi desa ini agar dapat terus berkembang menjadi desa wisata yang baik," wejangnya. 

Baca juga: BERITA POPULER - Rumah di Tanah Mertua, Anak Bikin Ayah dan Pelakor Cerai hingga Gadis Gagal Menikah

Menurut Heryadi Darmawan, keragaman jurusan yang ada di Unsyiah juga bisa menjadi nilai tambah yang sangat baik jika dapat disinergikan untuk pengembangan desa wisata yang jadi binaan.

Dalam kesempatan yang sama, Atsiri Research Centre (ARC) Unsyiah bersama Bank Indonesia Perwakilan Aceh melalui Program Local Economic Development (LED) juga menggelar Workshop Pembuatan Produk Turunan Nilam, termasuk parfum, sabun cuci piring, dan hand sanitizers. 

Pelatihan ini diikuti oleh pemuda-pemudi Desa Ranto Sabon. "Diharapkan, skill pelatihan yang diperoleh dapat menjadi pemasukan tambahan bagi masyarakat," kata Camat Sampoiniet, Aceh Jaya, Syarkani.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved