Kamis, 28 Mei 2026

Lifestyle

Cara Sukses Jadi Influencer Fashion Ala Arnold Teja

Salah satu modal utama jadi influencer memiliki keberanian mengekspresikan diri, kreatif, dan memiliki ciri khas.

Tayang:
Editor: Mursal Ismail
Dokumen Pribadi
Arnold Teja 

Berkat ketekunan dan kreatifitasnya, Arnold dipertemukan dengan rekan sesama blogger.

Melalui blognya itu pula, Arnold berkesempatan bertemu desainer dan orang-orang kreatif lainnya yang membawanya pada dunia fashion sesungguhnya.

Keberuntungan Arnold tak berhenti sampai di situ. Selain fashion-nya yang khas, memiliki postur badan yang tinggi membuatnya dilirik oleh agensi model.

Ia ditawari pekerjaan modeling untuk majalah besar di Indonesia dan sempat menjadi muse untuk designer dan model runway.

Mimpi untuk tampil dalam majalah pun terwujud.

Baginya, tantangan terbesar untuk membuat konten adalah harus orisinil dan kreatif. Untuk memberikan konten yang orisinil dan kreatif sangat sulit, sebab ide harus baru dan berasal dari dirinya sendiri.

"Dalam berkreasi, tantangan terberat adalah membuat konten baru yang fresh dan orisinil, itu tidak mudah. Terutama jika harus menemukan sesuatu yang baru setiap hari. Kreatifitas diasah dan diuji di sini," paparnya.

Menurutnya, agar bisa tetap eksis di dunia fashion blogger, harus memiliki ciri khas agar tak sama dengan influencer lainnya.

Lulusan desain grafis ini mengaku menghindari konten-konten yang bersifat hard selling. Baginya, membuat konten itu harus kreatif bukan sekadar iklan berjalan yang mengajak orang lain membeli.

Kesuksesan yang ia raih ini tak membuatnya jumawa. Arnold Teja dengan sukarela membagikan tips menjadi fashion influencer sukses seperti dirinya.

Satu hal terpenting bila ingin menjadi fashion influencer agar tetap eksis adalah personal branding, konsistensi dan profesional.

Meski terlihat mudah, jangan menyepelakan proses untuk menjadi influencer.

"Yang paling penting itu konsisten, professional dan memiliki personal branding yang kuat. Jangan pernah menganggap bahwa pekerjaan ini mudah dan menyenangkan. Nyatanya tidak semudah kelihatannya," ujarnya.

Ia menambahkan, sebagai influencer perlu menyeleksi brand-brand yang mengajak kerjasama, tak boleh asal ambil, harus sesuai dengan image agar kekhasan terus melekat.

Pemilihan brand ini dilakukan karena menyesuaikan target market yang dapat memengaruhi image.

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved