Kamis, 9 April 2026

Objek Wisata Kepulauan Banyak, Ironi Pulau Indah Penghasil Kelapa

Kelapa tumbuh subur di setiap pulau. Sehingga daerah yang berbatasan dengan samudra Hindia itu menjadi produsen kelapa

Editor: bakri
SERAMBI/DEDE ROSADI
Pohon kelapa memenuhi lokasi resort di Pulau Panjang, Kecamatan Pulau Banyak, Aceh Singkil, Senin (23/11/2020). 

Kepulauan Banyak, Aceh Singkil, tidak hanya memiliki keindahan panorama alam yang menjadi daya tarik bagi wisatawan. Gugusan pulau-pulau kecil di Kepulauan Banyak juga dipenuhi pohon kelapa.

Kelapa tumbuh subur di setiap pulau. Sehingga daerah yang berbatasan dengan samudra Hindia itu menjadi produsen kelapa. Setiap pekan, kelapa dikirim menggunakan boat untuk memenuhi pasokan daratan Aceh Singkil.

Ironisnya, komoditas pulau itu dihargai murah. Petani menjual borongan besar kecil Rp 2 ribu per butir. Harga itu dua kali lipat lebih rendah dibanding di daratan. Di daratan per butir dihargai Rp 4 ribu. Jika sudah diparut, harganya menjadi Rp 5 ribu per butir.

"Kalau di Pulau harganya pukul rata dua ribu per butir. Sampai Singkil, baru dipisah yang besar dengan yang kecil," kata Mawardi, Camat Pulau Banyak Barat, Senin (23/11/2020).

Penyebab kelapa murah di Kepulauan Banyak lantaran produksi melimpah. Bahkan ada kebun kelapa yang tidak habis dipanen setiap hari, karena sangat luas.

Permasalahan lain yaitu transportasi antar pulau. Pemilik kebun kelapa tidak bisa memanen dalam jumlah banyak. Sebab transportasi yang mengangkut dari lokasi kebun kelapa ke tempat pengepulan sebelum dijual ke daratan Singkil merupakan perahu kecil.

Khusus di Kecamatan Pulau Banyak Barat, angkutan boat yang melayani pelayaran ke daratan Singkil, hanya dua pekan sekali.

Warga berharap Pemerintah Aceh Singkil, segera membangun pelabuhan feri di Pulau Banyak Barat, agar hasil produksi kelapa bisa setiap hari dijual ke daratan.(dede rosadi)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved