Banjir di Pusat Kota Singkil
Sempat Rendam Pusat Kota, Kini Banjir Singkil Mulai Surut
Sebagain warga terlihat memindahkan perabot rumah tangga yang sebelumnya diletakkan di tempat tinggi, kembali ke semula. "Air banjir sudah mulai surut
Penulis: Dede Rosadi | Editor: Nurul Hayati
"Air banjir sudah mulai surut," kata Fardi warga Singkil.
Laporan Dede Rosadi I Aceh Singkil
SERAMBINEWS.COM, SINGKIL - Banjir yang menggenang empat desa di Kecamatan Singkil, Kabupaten Aceh Singkil, berangsur surut, Selasa (24/11/2020).
Berdasarkan pantauan, ketinggian air berkurang sekitar 30 centimeter di titik terdalam.
Air banjir tidak lagi masuk ke dalam rumah, tinggal menggenang di pekarangan.
Sebagain warga terlihat memindahkan perabot rumah tangga yang sebelumnya diletakkan di tempat tinggi, kembali ke semula.
"Air banjir sudah mulai surut," kata Fardi warga Singkil.
Kendati sudah surut, namun genangan air di pekarangan terutama di dataran rendah seperti Desa Pea Bumbung, Ujung Bawang, Rantau Gedang, dan Teluk Rumbia, tetap mengganggu aktivitas warga.
Baca juga: Wakil Ketua II DPRK Aceh Selatan Salurkan Seragam Sekolah untuk Anak Yatim
Memang air tidak masuk ke dalam rumah, tetapi di pekarangan cukup dalam.
Sehingga, warga masih harus basah-basahan ketika ke luar masuk rumah.
Khusus di Desa Rantau Gedang dan Teluk Rumbia, seluruh wilayahnya masih tergenang.
Kendati, jauh berkurang ketinggian airnya.
Kondisi itu, terjadi lantaran tepat berada di pinggir sungai Singkil.
Kemudian, dua desa itu berada di dataran rendah.
Sebelumnya, banjir merendam empat desa di Kecamatan Singkil.
Masing-masing Desa Pemuka, Pea Bumbung, Ujung Bawang, Teluk Rumbia, dan Rantau Gedang. (*)
Baca juga: Guru Sekolah di Aceh Diberikan Pengetahuan Covid, Secara Virtual, Ini Kata Sekda Aceh
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/banjir-yang-menggenang-wilayah-singkil-aceh-singkil-berangsur-surut.jpg)