Nova Usul APBA Tahun 2021 Rp 16,9 T, Anggota Dewan Mengaku Puas
Sidang paripurna Penyampaian Nota Keuangan dan Rancangan Qanun RAPBA 2021 dilaksanakan di Gedung Utama DPRA, Rabu (25/11/2020)
BANDA ACEH - Sidang paripurna Penyampaian Nota Keuangan dan Rancangan Qanun RAPBA 2021 dilaksanakan di Gedung Utama DPRA, Rabu (25/11/2020). Dalam sidang ini, Pemerintah Aceh mengajukan usulan belanja pembangunan Rp 16,990 triliun untuk tahun 2021.
Pengamatan Serambi, sidang ini berjalan sangat singkat. Dimulai pukul 15.00 WIB, ditutup pukul 15.45 WIB. Salah seorang anggota DPRA dari Fraksi Partai Aceh, Mawardi M SE mengajukan interupsi kepada Pimpinan Sidang menjelang Ketua Dewan mengetuk palu untuk petutupan sidang paripurna.
Puas
Pria yang akrab disapa Tgk Adek itu menyatakan, dirinya puas dengan hasil kerja Gubernur Aceh, TAPA dan Banggar Dewan. Oleh karena itu dirinya memberikan apresiasi kepada Gubernur Aceh Nova Iriansyah bersama TAPA, Banggar Dewan, yang sudah bekerja keras bersama untuk melahirkan Rancangan Qanun RAPBA 2021 senilai Rp 16,990 triliun.
"Kalau Gubernur dan DPRA sudah menjalin hubungan yang harmonis untuk mengqanunkan RAPBA 2021 menjadi Qanun APBA 2021, maka untuk program dan kegiatan yang lain, misalnya mewujudkan isi butir-butir MoU Helsinki yang belum terwujud, hendaknya dilakukan dengan sikap yang sama juga," kata dia.
Selesai Tgk Adek menyampaikan rasa senangnya, anggota DPRA lainnya yang hadir ikut memberikan tepuk tangan bersama secara serentak.
Ketua DPRA, Dahlan Jamaluddin mengatakan, suasana sidang yang penuh keakraban dan keharmonisan itu harus terus dipertahankan bersama untuk menghasilkan hasil kerja yang maksimal dalam mewujudkan cita-cita pembangunan lima tahun yang sudah disepakati bersama.
Sidang paripurna Penyampaian Nota Keuangan RAPBA 2021 dimulai pukul 15.00 WIB dan berakhir pukul 15.45 WIB.
Dalam pidato Pengantar Nota Keuangan RAPBA 2021, Nova Iriansyah mengatakan, untuk tahun 2021 Pemerintah Aceh mengajukan usulan belanja pembangunan Rp 16,990 triliun. “Belanja pembangunan yang kami ajukan tahun depan itu bila dibandingkan dengan belanja tahun ini Rp 15,8 triliun, meningkat sebesar 7,35 persen,” kata Nova.
Belanja pembangunan sebesar Rp 16,990 triliun akan dimanfaatkan untuk pelaksanaan empat program prioritas tahun 2021, yang sudah diharmonisasikan dengan 15 program unggulan Gubernur Aceh periode 2017-2022.
Adapun empat program prioritas itu, pertama mendorong pemulihan agroindustri dan pemberdayaan UMKM, kedua peningkatan SDM yang berdaya saing, ketiga penguatan ketahanan dan kemandirian pangan, dan keempat peningkatan kualitas pelayanan kesehatan.
Belanja pembangunan senilai Rp 16,990 triliun itu sebelumnya sudah disepakati dan diteken bersama dengan keempat pimpinan DPRA pada sidang paripurna penandatanganan bersama dokumen KUA dan PPAS 2021, Jumat (20/11/2020) pekan lalu.
Usulan belanja sebesar itu, kata Nova Iriansyah, didasari dari perhitungan target pendapatan tahun depan sebesar Rp 14,183 triliun. Di antaranya dari sumber dana transfer pusat senilai Rp 11,754 triliun, pendapatan asli Aceh (PAA) Rp 2,4 triliun, dan pembiayaan atau perkiraan silpa tahun 2020 ini sekitar Rp 2,887 triliun.(her)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/ampaian-kota-keuang.jpg)