Sabtu, 16 Mei 2026

Berita Aceh Singkil

Dihadang Ombak Besar, Rombongan Bupati Aceh Singkil Gagal Berlayar 

Nakhoda speed boat Singkil I Iyeng, memacu kecepatan sesaat lepas tambatan dari dermaga Pulau Balai, Kecamatan Pulau Banyak, Aceh Singkil

Tayang:
Penulis: Dede Rosadi | Editor: Muhammad Hadi
SERAMBINEWS.COM/DEDE ROSADI
Bupati Aceh Singkil, Dulmusrid berdiri di speedboat Singkil I dari Pulau Banyak, menuju Singkil, namun gagal berlayar akibat dihadang ombak besar, Jumat (27/11/2020) 

Laporan Dede Rosadi I Aceh Singkil

SERAMBINEWS.COM, SINGKIL - Nakhoda speed boat Singkil I Iyeng, memacu kecepatan sesaat lepas tambatan dari dermaga Pulau Balai, Kecamatan Pulau Banyak, Aceh Singkil, Jumat (27/11/2020) pukul 10.00 WIB.

Di dalamnya Bupati Aceh Singkil, Dulmusrid serta sejumlah pejabat harus segera tiba di Singkil.

Sebab ada agenda penting menanti. 

Sayang baru saja lepas dari pintu keluar ombak besar menghadang.

Speedboat dengan mesin penggerak 400 PK (Paardenkracht) berulang-ulang terhempas disusul semburan air masuk ke bagian dalam.

Baca juga: Apa Hukumnya Menggunakan Uang dari Hasil Hadiah Game Online? Berikut Penjelasan Abu Mudi

Suara badan speedboat terdengar keras berbenturan dengan ombak, walau nakhoda Iyeng sudah memelankan mesin. 

Di dalam kapal, Ma Panjang Wakil Panglima Laut Pulau Baguk, yang jadi penumpang menyarankan putar haluan kembali ke Pulau Balai.

Baca juga: VIRAL Pemuda Berkaca-kaca Melihat Kenangan Masa Lalu, Niat Lepas Rindu Malah Nyesek

"Ini tidak bisa dipaksa berbahaya," kata Panjang yang diketahui merupakan nakhoda berpengalaman.

Mendapat saran tersebut, Bupati Aceh Singkil, Dulmusrid yang berdiri dekat pintu menyetujui demi keselamatan speedboat kembali ke Pulau Balai.

"Kembali saja," ujarnya.

Berdasarkan pantauan ketinggian ombak di atas dua meter.

Baca juga: Curhatan Wanita Berselingkuh dengan Bos Demi Naik Jabatan: Saya Merayunya dan Menipu Suamiku

Akibat hembusan angin Tenggara yang berlawanan dengan arus air laut yang datang dari selatan. 

Cuaca sendiri mendung. Hanya saja angin bertiup kencang. Warga setempat menyebutnya badai kering.

Disebut badai kering, lantaran ombak besar tidak disertai hujan. Badai kering sulit diprediksi datangnya serta lama berhenti.

Pelayaran dari arah Pulau Banyak menuju daratan Singkil, berbahaya sebab melawan ombak.(*)

Baca juga: Kaya Antioksidan, Intip Manfaat dan Cara Membuat Masker Labu untuk Kecantikan Kulit Wajah

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved