Rabu, 8 April 2026

Siapkan Karantina, Jaga Perbatasan Hingga Bantuan Sosial

PemerintahKota Subulussalam termasuk getol dalam pencegahan penularan virus corona atau Covid-19

Editor: bakri
SERAMBINEWS.COM/KHALIDIN
Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kota Subulussalam, Baginda Nasution, SH MM   

* Cara Pemko Subulussalam Cegah Covid-19

SUBULUSSALAM - PemerintahKota Subulussalam termasuk getol dalam pencegahan penularan virus corona atau Covid-19. Terbukti, sejak virus asal Kota Wuhan, China itu merebak di Indonesia Maret lalu, Pemko Subulussalam melakukan sejumlah langkah antisipasi mulai dari persiapan lokasi karantina untuk isolasi hingga menjaga perbatasan Aceh-Medan.

Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19, Kota Subulussalam Baginda Nasution SH MM kepada Serambi mengakui, berbagai upaya yang dilakukan pemerintah untuk mencegah dan menekan penyebaran virus Corona di Subulussalam.

Bahkan, hingga saat ini, menurut Baginda upaya pencegahan dan sosialisasi terus dilakukan dalam rangka memutus mata rantai penularan pandemic di Kota Sada Kata ini. Baginda mengakui hingga kini penjagaan di perbatasan Aceh-Medan tepatnya jembatan timbang Jontor, Kecamatan Penanggalan, Kota Subulussalam masih dilakukan.

Terkait dengan posko Covid-19 untuk pemeriksaan perbatasan, Baginda belum dapat memastikan sampai kapan akan terus diberlakukan. Sebab menurut Baginda saat ini posko perbatasan anggaran sudah dibantu dari Provinsi Aceh lantaran merupakan kegiatan antara provinsi.

Selain posko perbatasan, awal merebaknya Covid-19 di Kota Subulussalam pemerintah juga sempat menyiapkan tempat karantina dengan mengontrak sebuah hotel. Aksi karantina dilakukan sejak April hingga 5 Juni lalu dengan memakai puluhan kamar hotel di sana.

Selama dua bulan diberlakukan tercatat 421 jumlah orang yang dikarantina di hotel yang terletak di Desa Penanggalan Barat, Kecamatan Penanggalan. Jumlah itu akumulasi orang yang dikarantina sejak April hingga Juni. April atau bulan pertama diberlakukannya karantina jumlah penghuni mencapai 213 orang. Kemudian Mei atau bulan ini sebanyak 208 orang.

Kemudian untuk posko pemeriksaan juga sempat dibuka di perbatasan Subulussalam dengan Aceh Selatan tepatnya Desa Lae Langge, Kecamatan Sultan Daulat.

Namun posko ini akhirnya ditutup menyusul diberlakukannya sistem new normal di Indonesia. Salah satu langkah new normal tersebut, penutupan posko pemeriksaan Covid-19 di perbatasan dengan Aceh Selatan, Desa Lae Langge, Kecamatan Sultan Daulat, Sabtu (30/5/2020)

Langkah antisipasi lainnya yakni menyangkut masalah sosial berupa kebutuhan pokok masyarakat ketika diberlakukannya anjuran berdiam di rumah atau mengurangi aktivitas di luar rumah. Pemko awal pandemi langsung menyalurkan sembako senilai Rp 2 miliar bagi masyarakat miskin terdampak Covid-19.

Kabag Humas Setdako Subulussalam, M Amrin Cibro SSos MM masa itu mengatakan, pemerintah tidak akan diam begitu saja terutama kepada masyarakat yang secara ekonomi tergolong lemah akibat pandemi Covid-19.

Atas berbagai upaya tersbeut pekan lalu Gugus Tugas  Percepatan Penanganan Covid-19 Subulussalam mengkonfirmasi saat ini semua pasien positif di daerah itu telah sembuh semua. Meski saat ini tidak ada lagi warga yang terkonfirmasi positif  Covid-19, Gugus Tugas tetap menyerukan pentingnya mengikuti protokol kesehatan.(lid)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved