Breaking News:

Lembaga Keuangan Syariah

Aminullah: Kaderisasi MES Upaya Membumikan Ekonomi Syariah

Komitmen dan Keseriusan Wali Kota Aminullah se­laku Ketua MES Aceh dalam mem­bumikan Ekonomi Syariah di bumi Serambi Mekkah terus digaungkan.

FOTO HUMAS PEMKO BANDA ACEH
Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman berpoto bersama pengurus MES Aceh dan peserta, usai menutup Acara Pelatihan Kaderisasi Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Wilayah Aceh dengan mengangkat tema “Melalui Pelatihan Kaderisasi MES Wilayah Aceh Melahirkan Kader-kader yang Handal dan Profesional”, di Hotel Grand Permata Hati, Kamis, (26 /11/2020). 

BANDA ACEH - Komitmen dan Keseriusan Wali Kota Aminullah se­laku Ketua MES Aceh dalam mem­bumikan Ekonomi Syariah di bumi Serambi Mekkah terus digaungkan ke seluruh pelosok negeri.

Hal itu mengemuka pada saat Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman menutup Acara Pelatihan Kaderisasi Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Wilayah Aceh dengan mengangkat tema “ Melalui Pelatihan Kaderisasi MES Wilayah Aceh Mela­hirkan Kader-kader yang Handal dan Profesional” di Grand Permata Hati Hotel, Kamis, (26 /11/2020).

Agenda pengkaderan yang diselenggarakan selama dua hari tersebut diikuti seluruh perwakilan MES Kabupatan/Kota, Perguruan Tinggi, Ulama, Penyuluh Agama, dan Ormas Islam serta menghadirkan pe­materi para pakar ekonomi syariah di Aceh.

Dalam acara tersebut, Wali Kota juga menyerahkan Buku Ala Aminullah Perangi Rentenir secara simbolis kepa­da peserta, sekaligus menyaksikan se­cara bersama tayangan video singkat tentang buku yang menjadi inspirasi pemberantasan praktik riba di Aceh.

Wali Kota dalam sambutannya menyampaikan acara ini wujud dari upaya MES Wilayah Aceh untuk ter­us membumikan Ekonomi Syariah di Nanggroe Aceh dan mencetak kad­er-kader yang akan mengedukasi mas­yarakat tentang ekonomi syariah.

“Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada mas­yarakat, sehingga masyarakat kita nantinya memiliki pengetahuan ten­tang pelaksanaan ekonomi syariah,” ungkap Ketua Umum MES tersebut.

Menurutnya, sejak penerapan syariat Islam pada 2002 silam, per­soalan muamalah secara syariah seakan terlupakan. “Kita hanya fokus pada akidah, ibadah, dan syiar islam, tapi ketinggalan soal muamalah se­cara syariah, katanya.

Pihaknya berharap nantinya dengan adanya kegiatan ini bisa mensosialisasikan ekonomi sya­riah kepada seluruh elemen mas­yarakat, agar nantinya masyarakat di Aceh meninggalkan pola konve­sional sesuai dengan Qanun No 11 tahun 2018 tentang LKS, ungkap­nya.(hba/*)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved