Berita Bireuen

Khairiah, Mata-mata Pencegahan Corona di Bireuen yang Dapat Penghargaan dari Bupati, Begini Tugasnya

Khairiah bersama tenaga medis lainnya sejak awal pandemi covid-19 mulai bergelut dengan tugas berat sebagai mata-mata pencegahan Corona di Bireuen.

Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Mursal Ismail
For Serambinews.com
Khairiah 

Khairiah bersama tenaga medis lainnya sejak awal pandemi covid-19 mulai bergelut dengan tugas berat sebagai mata-mata pencegahan Corona di Kabupaten Bireuen. 

Laporan Yusmandin Idris I Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN - Khairiah SKM (48), tenaga kesehatan Dinas Kesehatan Bireuen dapat penghargaan dari Bupati Bireuen dalam rangka Hari Kesehatan Nasional (HKN) Ke-56. 

HKN ini digelar Dinkes Bireuen bersama seluruh Puskesmas se-Bireuen di kabupaten setempat, Sabtu (28/11/2020). 

Khairiah mendapatkan penghargaan dan bingkisan atas dedikasinya dalam pengendalian covid-19 di Bireuen.

Khairiah bersama tenaga medis lainnya sejak awal pandemi covid-19 mulai bergelut dengan tugas berat sebagai mata-mata pencegahan Corona di Kabupaten Bireuen. 

Tentu di samping tugas Khairiah sebagai Seksi Surveilan dan Imunisasi Dinkes Bireuen. 

Sebagai mata-mata pencegahan Covid-19, Khairiah bertugas turun ke lapangan  melakukan pendataan, tracking maupun edukasi serta sosialisasi kepada warga warga yang pernah berinteraksi dengan pasien positif covid-19.

Baca juga: VIDEO Viral Pernikahan Tema Star Wars, Mempelai Pria Dikawal Stormtrooper

Baca juga: Pernah Disebut Menteri Segala Urusan, Ini Deretan 7 Posisi Menteri Pernah Dijabat Luhut B Pandjaitan

Baca juga: Jelang Milad GAM, Dandim Aceh Tamiang Ingatkan Kedamaian dan Pembangunan Ekonomi

“Ya tugasnya  seperti mata-mata pencegahan covid-19 untuk mencari dan melakukan pendataan bagi warga yang pernah berinteraksi dengan yang positif covid-19.

Kemudian memantau kondisi kesehatan, meminta untuk isolasi mandiri maupun cara pencegahan covid-19 yang benar,” ujarnya.

Khairiah mengaku dalam melaksanakan tugasnya, ia sering  tidak diterima oleh warga.

Bahkan ada rekan sendiri ketika mengetahui dirinya bertugas melakukan surveilan ada yang menjauhina karena takut terkena virus covid-19.

Pasalnya, tugas Khairiah berhubungan dengan orang yang sudah positif covid-19.

Ketika ada warga yang diketahui pernah berinteraksi dengan yang positif covid-19, Khairiah dan timnya segera ditugaskan.

Tugasnya itu awalnya tidak mendapat sambutan baik dari masyrakat. Ia baru diterima ketika bisa menjelaskan bagaimana bahayanya virus Corona. 

Wanita kelahiran 23 Mei 1972 mengatakan saat datang ke lapangan, mereka sudah mendapat data dan
kemudian berkoordinasi dengan tenaga medis di masing-masing Puskesmas.

“Saya khawatir juga, namun sudah menjadi tugas saya bersama teman-teman melaksanakan dengan baik, terutama sekali memberikan pengertian, edukasi .

Kemudian juga meminta warga yang pernah berinteraksi untuk melakukan isolasi mandiri,” kata istri Sardani ini.

Khairiah tidak sendiri dalam bertugas, melainkan tim di antaranya melibatkan Zubir, Linda dan Rosnita. 

Kemudian juga dibantu tim dari masing-masing Puskesmas. 

Khairiah yang bertempat tinggal di Peudada mengaku tugas tersebut memang berat dan muncul rasa was-was.

Namun demi pencegahan covid-19, ia langsung bergerak ketika mendapat tugas dari dinas.

Sebelum berangkat ke titik sasaran, mereka melakukan koordinasi dengan tenaga medis Puskesmas dibantu anggota Babinsa dan Babinkamtibmas serta perangkat desa. 

Khairiah berharap Covid-19 segera berakhir di Bireuen, sehingga tugas mata-mata untuk pencegahan covid-19 segera berakhir. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved