Internasional
Akademisi Australia Harus Jalani Pemulihan Panjang Seusai Dibebaskan dari Penjara Iran
Akademisi Australia Kylie Moore-Gilbert, warga negara ganda Inggris-Australia yang ditahan di penjara Iran sejak September 2018, menghadapi jalan
Dr. Jessie Moritz, seorang kolega dari Moore-Gilbert, mengatakan penangkapannya telah mengirimkan gelombang kejut ke seluruh komunitas akademis.
Moore-Gilbert, tambahnya, adalah seorang ahli studi Islam di Universitas Melbourne, dan perjalanannya ke Iran bukanlah hal yang luar biasa untuk dilakukan,.
Apalagi Moore-Gilbert telah diundang untuk menghadiri sebuah konferensi di kota Qom ketika ditahan.
Baca juga: Pasukan Australia Bantai 39 Warga Afghanistan, Australia Minta Maaf
“Seluruh tugas kami adalah pergi ke negara-negara ini, kami bukan akademisi menara gading, kami pergi ke lapangan, kami bertemu orang-orang, untuk memahami negara-negara ini,” kata Moritz.
Dia menambahkan apa yang terjadi telah mengubah persepsi dari banyak akademisi Barat tentang keamanan mereka di Iran.
“Jurnalis dan aktivis HAM sudah ditangkap, akademisi dalam negeri sudah ditangkap, jurnalis internasional diusir, kita selanjutnya,” ujarnya.
Moore-Gilbert saat ini menjalani dua minggu karantina wajib di Australia karena tindakan pencegahan virus Corona, dan dia akan mendapat dukungan psikologis.
Diamond menawarkan dukungan kepada Moore-Gilbert setelah cobaan beratnya itu, dengan mengatakan:
“Saya hanya berharap dia tidak akan pernah merasa kesepian, atau berpikir dia pernah sendirian dalam hal ini."
"Kami hanya berjarak satu panggilan, karena kami telah bersama keluarga dan rekan kerjanya, dan kami akan melakukan apa yang kami bisa untuk membantunya, " tutupnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/akademisi-australia-kylie-moore-gilbert.jpg)