Iseng Ambil Poster Propaganda Saat Liburan ke Korut, Pemuda Ini Dihukum Kerja Paksa hingga Sekarat
Otto Warmbier adalah seorang mahasiswa berkebangsaan Amerika yang saat itu baru saja lulus dan hendak melanjutkan kuliahnya di Hong Kong.
Ayah Warmbier, Fred, mengatakan jika Young Pioneer mengiklankan perjalanan itu akan aman untuk warga Amerika, dan anaknya "penasaran dengan budaya Korea Utara... ia ingin bertemu dengan warga Korea Utara".
Baca juga: Calon Pengantin Pria Hilang Seminggu Jelang Pernikahan, Hanya Ditemukan Sandalnya di Bawah Pohon
Baca juga: Bikin Gemes dan Ngakak, Tingkah Bocah Tertidur Posisi Berdiri Saat Giring Pengantin Om dan Tantenya
Perjalanan selama total 5 hari tersebut rencananya akan dilanjutkan Warmbier untuk kunjungi Beijing, China, setelah keluar dari Korea Utara.
Namun saat ia berada di bandara internasional Pyongyang, ia dihentikan oleh pihak keamanan.
Pemerintah Korea Utara menuduh Warmbier telah menyelinap ke lantai terlarang di hotel Yanggakdo dan mencuri poster propaganda.
Rencananya buyar, dan ia harus menghadapi pengadilan Korea Utara yang mengerikan.
Lantai terlarang tersebut adalah area 'khusus staff' di hotel tersebut.
Poster tersebut bertuliskan dalam bahasa Korea "Mari persenjatai kita semua dengan patriotisme kepada Kim Jong-Il!"
Di Korea Utara, merusak atau mencuri benda-benda dengan nama atau gambar pemimpin Korea Utara dianggap sebagai kejahatan besar oleh pemerintah Korea Utara.
Ia ditangkap pada 2 Januari 2016, salah seorang teman turnya Danny Gratton dari Inggris menyaksikan penangkapan tersebut.
Baca juga: Kim Jong-Un Marah Besar, Perekonomian Hancur, Memerintahkan Dua Orang Dieksekusi
Gratton mengatakan: "tidak ada kata-kata yang diucapkan. Dua penjaga tiba-tiba datang dan menepuk bahu Otto dan membawanya. Aku berkata dengan cukup nervous, 'Yah, kurasa ini terakhir kali kami melihatmu'. Ada ironi sangat besar di kalimat itu. Itu memang kali terakhir aku melihat Otto. Otto tidak melawan, ia tidak terlihat takut. Ia hanya setengah tersenyum."
Saat pesawat grup tur akan tinggalkan terminal, pihak berwenang masuk dan umumkan jika Warmbier sangat sakit dan telah dibawa ke rumah sakit.
Selanjutnya media pemerintah Korea Utara KCN mengumumkan jika Warmbier telah melakukan tindakan kekerasan terhadap negara tersebut, tanpa menjelaskan detail lebih jauh lagi.
Korea Utara menolah untuk menjelaskan apa hukuman yang akan menimpa Warmbier atas tindakan usilnya.
Meski begitu, juru bicara Young Pioneer mengatakan kepada Reuters jika telah ada insiden di Hotel Yanggakdo.
Akhirnya dunia melihat Warmbier kembali dalam sebuah video, dengan ia mengatakan di depan para jurnalis jika ia memang mencuri poster propaganda dari daerah terlarang hotel di lantai 2 Hotel Yanggakdo untuk dibawa pulang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/otto-warmbier-saat-ditahan-otoritas-militer-korea-utara.jpg)